kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

IPA minta penundaan lelang WK Migas disertai perbaikan data


Senin, 07 September 2020 / 14:29 WIB
ILUSTRASI. Pemboran sumur migas Pertamina EP-Cepu di Jambaran Tiung Biru


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Petroleum Association (IPA) meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan perbaikan data Wilayah Kerja minyak dan gas bumi (WK Migas) yang akan ditawarkan.

Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong bilang pihaknya mendukung penundaan pelaksanaan lelang di tahun ini. Kendati demikian, ia mengungkapkan para investor berharap ada perbaikan data yang dilakukan. "Investor memang mengharapkan adanya perbaikan data. Semoga penundaan ini embuat datanya lebih baik," ujar Marjolijn kepada Kontan.co.id, Minggu (6/9).

Sekedar informasi, lelang WK Migas nantinya akan ditunda ke kuartal I 2021. Kementerian ESDM berencana menawarkan 12 WK Migas yang terdiri dari, 2 WK Migas merupakan laut dalam, 5 WK penawaran langsung dan 5 WK lelang reguler.

Baca Juga: IPA dukung penundaan lelang WK Migas tahun ini

Asal tahu saja, lima WK lelang reguler yakni WK Merangin III (onshore), WK Sekayu (onshore), WK North Kangean (offshore), WK Cendrawasih VIII (offshore), WK Mamberamo (onshore dan offshore). Potensi kelima WK tersebut mencapai 1.203,69 Million Barrels of Oil (MMBO) dan 586,9 billion cubic feet (Bcf).

Sementara lima WK penawaran langsung yang potensinya mencapai 2.232,75 MMBO dan 4.420 Bcf yakni WK West Palmerah (Onshore), WK Rangkas (Onshore), WK Liman (Onshore), WK Bose (Onshore dan Offshore) dan WK Maratua (Onshore dan Offshore).

Selanjutnya: SKK Migas: Investor dari Asia dan Eropa masih agresif masuk ke Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×