kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

IPCC siapkan dua skenario untuk proyek Pelabuhan Patimban


Selasa, 24 September 2019 / 19:20 WIB

IPCC siapkan dua skenario untuk proyek Pelabuhan Patimban
ILUSTRASI. Antrean mobil siap ekspor di pelabuhan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menyiapkan dua skenario untuk Pelabuhan Patimban. Adapun skema tersebut skema optimis maupun skema pesimis.

Chiefy Adi Kusmargono, Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal menegaskan pihaknya memang tertarik untuk menjadi operator pelabuhan tersebut. "Kami juga sudah kirim 'letter of interest' ke Kementerian Perhubungan," ujarnya di Jakarta. Selasa (24/9).

Baca Juga: IPCC tangani pelayanan kargo Toyofuji Serasi Indonesia di terminal domestik

Walaupun begitu, pihaknya juga sudah menyiapkan dua skenario terkait operasional pelabuhan tersebut. Untuk skema optimis dengan didapatkan operasional pelabuhan tersebut akan menjadi pelengkap usaha perseroan.

Menurutnya industri terminal merupakan rangkaian ekosistem dengan produsen mobil. Asal tahu, jika pelabuhan tersebut didapatkan maka perseroan akan membidik produsen Hino dan Nissan.

Selain itu, untuk menjadi pemain besar tiap pelabuhan dilihat dari jumlah volume. Karenanya, untuk itu pihaknya getol mengejar proyek tersebut.

Wajar saja, emiten dengan kode saham IPCC ini membidik peringkat pertama sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Sedangkan saat ini menduduki peringkat 3. Sedankan secara global pihaknya membidik peringkat 10 yang mana saat ini bertengger di posisi 27.

Baca Juga: IPCC: Kami sudah korespondensi dengan Kemenhub soal Patimban

Sedangkan, untuk skenario pesimis yang mana Pelabuhan Patimban menjadi kompetitor pihaknya juga tak takut kehilangan marketnya. "Karena 99% produsen mobil dekat dengan Tanjung Priok, sedangkan di Patimban Hino dan Nissa saja," tuturnya.

Karenanya, walaupun Patimban menawarkan harga yang lebih murah tetap saja tidak akan mengurangi minat di pelabuhan yang saat ini dikelolanya dengan penilaian waktu tempuh. Ia menggambarkan yang mana saat ini tarif yang dipatok pihaknya Rp 700 ribu, sedangkan Patimban Rp 500.000.

"Nah, dengan selisih Rp 200 ribu apakah dapat menutup waktu tempuh?," lanjutnya.

Sugeng Mulyadi, Direktur Keuangan menambahkan bahwa apabila nantinya operasional pelabuhan tersebut didapatkan tentunya masih harus ada nilai investasi yang dikeluarkan. "Bank tidak masalah jika kami lakukan peminjaman karena selama ini kami tidak memiliki hutang," tambahnya.

Baca Juga: Indonesia Kendaraan (IPCC) baru serap capex sekitar 5% di semester I-2019

Ia pun menyebutkan bahwa investasinya nanti akan berupa suprastruktur di sana. Hanya saja, saat ini nilainya masih belum ditentukan, tetapi sumber dana disebutnya akan berasal dari internal IPCC dan perbankan.

Chiefy melanjutkan, untuk investasi nantinya juga akan dibiayai oleh konsorsium. "Kami sudah mulai koordinasi dengan holding kami untuk membentuk form konsorsium yang akan berisi terminal operator, auto maker, shipping, logistic, sehingga kuat konsorsium," tutupnya.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan


Close [X]
×