kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Sharp Klaim Penjualan Elektronik Q1-2026 Tumbuh 10%, Berbeda Prediksi Perprindo


Rabu, 04 Maret 2026 / 21:00 WIB
Sharp Klaim Penjualan Elektronik Q1-2026 Tumbuh 10%, Berbeda Prediksi Perprindo


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sharp Electronics Indonesia menyatakan tren penjualan industri elektronik dan peralatan listrik rumah tangga pada kuartal I-2026 justru mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal ini berbeda dengan proyeksi Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) yang sebelumnya memprediksi penjualan kuartal I-2026 akan menurun.

Baca Juga: Kuartal I-2026 Diprediksi Lesu, Polytron: Justru Ini Musim Puncak Penjualan

Senior General Manager National Sales Sharp Electronics Indonesia Andri Adi Utomo mengatakan, data internal perusahaan menunjukkan adanya perbaikan kinerja pada awal tahun ini.

“Kalau lihat data penjualan kami, kuartal I sepertinya sudah membaik atau tumbuh dibanding tahun lalu,” ujar Andri kepada Kontan.co.id, Rabu (4/3/2026).

Andri memperkirakan pertumbuhan penjualan pada kuartal I-2026 berada di kisaran 8% hingga 10% secara tahunan (year on year/YoY).

“Sekitar 8% sampai 10%. Mungkin setelah Lebaran baru akan turun,” katanya.

Produk yang diprediksi mengalami peningkatan permintaan antara lain lemari es, mesin cuci, LED TV, dan pendingin udara (AC), seiring momentum Ramadan dan Lebaran.

Baca Juga: Harga Minyak Meroket Imbas Perang Iran vs AS, BBM Non Subsidi Berpotensi Naik

Potensi Tekanan Pasca-Lebaran

Meski optimistis pada kuartal I, Sharp memperkirakan penurunan penjualan berpotensi terjadi mulai April 2026.

Menurut Andri, kondisi tersebut dipengaruhi oleh rencana kenaikan harga produk sekitar 3% akibat kenaikan biaya material dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Iya, karena kami akan menaikkan harga sekitar 3% pada April ini akibat kenaikan kurs dan material yang terdampak perang,” jelasnya, merujuk pada konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Ia menambahkan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor yang membebani industri elektronik yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Baca Juga: Pelarangan Rokok Elektrik Ancam Perokok Dewasa Kehilangan Opsi Beralih dari Rokok

Proyeksi Perprindo Lebih Pesimistis

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perprindo Andy Arif Widjaja memperkirakan penjualan industri elektronik dan peralatan listrik rumah tangga pada kuartal I-2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pada kuartal I tahun ini, industri elektronik dan peralatan listrik rumah tangga mengalami penurunan penjualan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (3/3/2026).

Andy memperkirakan penurunan tersebut berada di kisaran 10% hingga 20% secara tahunan.

Menurutnya, pelemahan daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang menekan penjualan industri elektronik.

Perbedaan pandangan antara asosiasi dan pelaku usaha ini menunjukkan prospek industri elektronik pada awal 2026 masih diwarnai ketidakpastian, dengan momentum musiman menjadi penopang sementara di tengah tekanan makroekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×