Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) memprediksi penjualan industri elektronik dan peralatan listrik rumah tangga pada kuartal I-2026 akan menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, pelaku usaha elektronik membantah proyeksi tersebut.
Sekretaris Jenderal Perprindo Andy Arif Widjaja menyatakan, penjualan pada kuartal I tahun ini mengalami pelemahan.
“Pada kuartal I tahun ini, industri elektronik dan peralatan listrik rumah tangga mengalami penurunan penjualan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Andy kepada Kontan, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Meroket Imbas Perang Iran vs AS, BBM Non Subsidi Berpotensi Naik
Ia memperkirakan penurunan penjualan berkisar antara 10% hingga 20% secara tahunan (year on year/YoY).
“Berdasarkan laporan anggota Perprindo, penurunan penjualan pada kuartal I ini sekitar 10%–20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tambahnya.
Menurut Andy, tren pelemahan tersebut dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat.
Pelaku Usaha: Justru Musim Puncak
Di sisi lain, pelaku usaha elektronik justru melihat momentum berbeda. Commercial Director Polytron Tekno Wibowo menyebut, kuartal I tahun ini merupakan musim puncak penjualan karena bertepatan dengan Ramadan dan Lebaran yang jatuh lebih awal, yakni Maret.
“Tidak ada tren penurunan. Justru kuartal I adalah festive season untuk industri elektronik karena Lebaran tahun ini maju ke Maret,” ujar Tekno kepada Kontan, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Pelarangan Rokok Elektrik Ancam Perokok Dewasa Kehilangan Opsi Beralih dari Rokok
Tekno mengungkapkan, menjelang kuartal I-2026, penjualan produk elektronik meningkat sekitar 15%.
Adapun produk yang paling diminati selama musim perayaan adalah lemari es dan mesin cuci.
“(Tren peningkatan penjualan) sekitar 15%. (Paling banyak penjualan) lemari es dan mesin cuci,” jelasnya.
Outlook Masih Terbelah
Perbedaan pandangan antara asosiasi dan pelaku usaha ini menunjukkan outlook industri elektronik pada awal 2026 masih terbelah.
Baca Juga: Stok 84 Juta Ton Batubara Aman, PLN Tepis Ancaman Listrik Padam
Di satu sisi, asosiasi melihat tekanan daya beli yang berdampak pada penurunan penjualan. Di sisi lain, momentum musiman seperti Ramadan dan Lebaran dinilai tetap menjadi katalis positif bagi permintaan produk rumah tangga.
Perkembangan penjualan pada akhir kuartal I nanti akan menjadi indikator penting untuk melihat arah tren industri elektronik sepanjang 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













