Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) menyatakan kesiapan penuh industri konstruksi baja nasional untuk membangun 100 unit Jembatan Bailey per bulan tanpa bergantung pada impor, memanfaatkan seluruh kapasitas produksi dan keahlian dalam negeri.
Ketua Umum ISSC Budi Harta Winata menegaskan bahwa seluruh komponen utama Jembatan Bailey dari material, fabrikasi, hingga konstruksi lapangan dapat diproduksi oleh industri baja nasional yang tergabung dalam ISSC.
Baca Juga: Pemangkasan Produksi Bijih Nikel 2026 Bakal Tingkatkan Impor Hingga 50 Juta Ton WMT
“Industri baja dan konstruksi nasional sudah sangat siap. Pembangunan 100 Jembatan Bailey per bulan dapat dilakukan 100% menggunakan produk dalam negeri, tanpa harus mengandalkan impor,” tegasnya melalui keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).
Jembatan Bailey menjadi solusi strategis untuk percepatan konektivitas, khususnya di daerah terpencil, wilayah perbatasan, serta area terdampak bencana.
Dengan desain modular dan pemasangan cepat, jembatan ini dapat dibangun efisien sambil memenuhi standar keselamatan dan mutu.
ISSC menilai pemanfaatan produk baja nasional tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian dalam negeri, termasuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja, serta penguatan industri baja nasional.
“Momentum pembangunan infrastruktur harus menjadi peluang untuk memperkuat kemandirian industri nasional. ISSC siap mendukung program pemerintah dalam membangun Jembatan Bailey yang andal, berkualitas, dan berbasis material produk baja nasional bersertifikasi SNI dan TKDN sesuai regulasi,” tambah Budi Harta Winata.
Baca Juga: Strategi Kemendag Dorong Ekspor di Tengah Risiko Perang Dagang Global
ISSC menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan pelaku industri agar pembangunan infrastruktur berjalan berkelanjutan dan berdaulat secara industri.
Daftar Kapasitas Produksi Jembatan Bailey Per Bulan dari Fabrikator Dalam Negeri:
- PT AMGA – 8 unit
- PT ITB – 6 unit
- PT ILK – 6 unit
- PT ISP – 5 unit
- PT KBI – 8 unit
- PT DMS – 6 unit
- PT UBP – 4 unit
- PT CTI – 6 unit
- PT YI – 6 unit
- PT GBP – 6 unit
- PT DHJ – 10 unit
- PT BMI – 8 unit
- PT RSU – 10 unit
- PT BJF – 4 unit
- PT BTU – 10 unit
- PT CNC – 4 unit
- PT MCII – 5 unit
- PT PWIP – 4 unit
- PT KBK – 10 unit
- PT CHC – 10 unit
- PT BBC – 5 unit
- PT Kokoh – 10 unit
Total kapasitas produksi: 151 unit per bulan
Selanjutnya: Pemangkasan Produksi Bijih Nikel 2026 Bakal Tingkatkan Impor Hingga 50 Juta Ton WMT
Menarik Dibaca: Diminati, Jumlah Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 38,6% Sepanjang 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













