kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

ISSC Siap Bangun 100 Jembatan Bailey per Bulan, Gunakan Produk Baja Nasional


Jumat, 02 Januari 2026 / 15:39 WIB
ISSC Siap Bangun 100 Jembatan Bailey per Bulan, Gunakan Produk Baja Nasional
ILUSTRASI. Konstruksi Baja (DOK/ISSC)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) menyatakan kesiapan penuh industri konstruksi baja nasional untuk membangun 100 unit Jembatan Bailey per bulan tanpa bergantung pada impor, memanfaatkan seluruh kapasitas produksi dan keahlian dalam negeri.

Ketua Umum ISSC Budi Harta Winata menegaskan bahwa seluruh komponen utama Jembatan Bailey dari material, fabrikasi, hingga konstruksi lapangan dapat diproduksi oleh industri baja nasional yang tergabung dalam ISSC.

Baca Juga: Pemangkasan Produksi Bijih Nikel 2026 Bakal Tingkatkan Impor Hingga 50 Juta Ton WMT

“Industri baja dan konstruksi nasional sudah sangat siap. Pembangunan 100 Jembatan Bailey per bulan dapat dilakukan 100% menggunakan produk dalam negeri, tanpa harus mengandalkan impor,” tegasnya melalui keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).

Jembatan Bailey menjadi solusi strategis untuk percepatan konektivitas, khususnya di daerah terpencil, wilayah perbatasan, serta area terdampak bencana.

Dengan desain modular dan pemasangan cepat, jembatan ini dapat dibangun efisien sambil memenuhi standar keselamatan dan mutu.

ISSC menilai pemanfaatan produk baja nasional tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian dalam negeri, termasuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja, serta penguatan industri baja nasional.

“Momentum pembangunan infrastruktur harus menjadi peluang untuk memperkuat kemandirian industri nasional. ISSC siap mendukung program pemerintah dalam membangun Jembatan Bailey yang andal, berkualitas, dan berbasis material produk baja nasional bersertifikasi SNI dan TKDN sesuai regulasi,” tambah Budi Harta Winata.

Baca Juga: Strategi Kemendag Dorong Ekspor di Tengah Risiko Perang Dagang Global

ISSC menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan pelaku industri agar pembangunan infrastruktur berjalan berkelanjutan dan berdaulat secara industri.

Daftar Kapasitas Produksi Jembatan Bailey Per Bulan dari Fabrikator Dalam Negeri:

  1. PT AMGA – 8 unit
  2. PT ITB – 6 unit
  3. PT ILK – 6 unit
  4. PT ISP – 5 unit
  5. PT KBI – 8 unit
  6. PT DMS – 6 unit
  7. PT UBP – 4 unit
  8. PT CTI – 6 unit
  9. PT YI – 6 unit
  10. PT GBP – 6 unit
  11. PT DHJ – 10 unit
  12. PT BMI – 8 unit
  13. PT RSU – 10 unit
  14. PT BJF – 4 unit
  15. PT BTU – 10 unit
  16. PT CNC – 4 unit
  17. PT MCII – 5 unit
  18. PT PWIP – 4 unit
  19. PT KBK – 10 unit
  20. PT CHC – 10 unit
  21. PT BBC – 5 unit
  22. PT Kokoh – 10 unit

Total kapasitas produksi: 151 unit per bulan

Selanjutnya: Pemangkasan Produksi Bijih Nikel 2026 Bakal Tingkatkan Impor Hingga 50 Juta Ton WMT

Menarik Dibaca: Diminati, Jumlah Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 38,6% Sepanjang 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×