kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.878   8,00   0,05%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Isu PHK masal di industri semen, ASI: No comment


Rabu, 28 Agustus 2019 / 18:43 WIB
Isu PHK masal di industri semen, ASI: No comment
ILUSTRASI. Buruh mengangkut sak semen di gudang penyimpanan


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri semen masih terus diterpa isu negatif. Selain persoalan over supply, kini berlanjut ke isu penutupan pabrik.

Industri semen dalam negeri kembali dalam sorotan negatif. Setelah sebelumnya diterpa kelebihan pasokan, kini kembali diterpa isu lainnya yakni pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam isu pengambilan tindakan PHK itu sendiri diperkirakan akibat dari gempuran produsen asal China yang berujung pada niat mengambil alihan pasar Indonesia.

Terkait isu PHK tersebut, Widodo Santoso, Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) enggan berkomentar. "Terkait PHK dan kebangkrutan saya no comment. ASI tidak ikut campur masalah harga karena itu urusan produsen, kami lebih pada koordinasi masalah teknik dan produksi," ujarnya kepada kontan.co.id, Rabu (28/8).

Baca Juga: Fokus tingkatkan kinerja, Solusi Bangun Indonesia (SMCB) menahan ekspansi

Namun, Widodo mengakui bahwa dari berbagai masalah yang menerpa industri semen di Indonesia juga tak lepas dari tingkat utilisasi yang sangat rendah yang diakibatkan kelebihan pasokan. "Over supply 25%," katanya..

Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah ancaman masa depan produsen semen Widodo berharap pemerintah kabinet baru segera tanggap dengan memberhentikan perizinan pabrik baru.

Ia memaparkan untuk pabrik baru sendiri saat ini ada 3 pabrik yang akan beroperasi pada akhir 2020 nanti dengan kapasitas total sekitar 8 juta ton. "Sehingga, kelebihan pasokan akan semakin banyak lagi," ujarya.

Baca Juga: Ibu kota pindah, Semen Baturaja (SMBR) belum berencana bangun pabrik baru

Sementara, Adi Rochmanto Pandiangan, Direktur Industri Bahan Galian Non Logam juga enggan berkomentar terkait persoalan isu PHK yang melanda industri semen tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×