kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penjualan Isuzu Tumbuh 13,9% di Tengah Pelemahan Rupiah, Harga Mobil Belum Naik


Kamis, 14 Mei 2026 / 14:22 WIB
Penjualan Isuzu Tumbuh 13,9% di Tengah Pelemahan Rupiah, Harga Mobil Belum Naik
ILUSTRASI. Penjualan Isuzu tumbuh 13,9% YoY pada April 2026, meski rupiah menyentuh Rp17.502/USD. Kebutuhan kendaraan niaga tetap kuat. (Dok/IAMI)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan mobil PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) masih menunjukkan tren positif di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meski rupiah menyentuh level terendah sepanjang sejarah, permintaan kendaraan niaga dinilai masih cukup kuat.

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Kamis (14/5/2026) berada di level Rp17.502 per dolar AS. Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku industri otomotif karena berpotensi memengaruhi biaya produksi hingga harga kendaraan.

Communication Management Department Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Puti Annisa Moeloek, mengatakan bahwa kinerja penjualan Isuzu hingga saat ini masih tumbuh secara tahunan atau year on year (YoY).

Bahkan, penjualan ritel atau retail sales Isuzu pada April 2026 mencatatkan kenaikan dua digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Secara year on year (YoY), retail sales Isuzu pada April 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 13,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Puti kepada Kontan, Kamis (14/5/2026).

Baca Juga: Rupiah Melemah, Industri Tekstil Tertekan Kenaikan Harga Bahan Baku Impor

Menurut Puti, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kendaraan niaga di pasar domestik masih tetap terjaga, meskipun tekanan nilai tukar rupiah terus berlanjut.

Namun demikian, Isuzu tetap mencermati pergerakan rupiah karena pelemahan mata uang dapat berdampak pada berbagai aspek bisnis, mulai dari biaya produksi, rantai pasok, hingga daya beli konsumen di masa mendatang.

"Oleh karena itu, Isuzu terus melakukan monitoring dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis agar dapat tetap adaptif terhadap perkembangan pasar," kata Puti.

Di tengah tekanan kurs rupiah, Isuzu juga memastikan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga kendaraan dalam waktu dekat. Perseroan masih akan memantau perkembangan kondisi pasar dan nilai tukar secara berkala sebelum mengambil langkah lanjutan.

"Kami tetap melakukan monitoring secara berkala terhadap perkembangan nilai tukar rupiah serta kondisi pasar secara keseluruhan," ucap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×