Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor mobil pikap 4x4 untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), termasuk dari Jepang melalui merek Isuzu.
Communication Management Dept Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Puti Annisa Moeloek mengatakan, pihaknya telah menerima komunikasi dan permintaan resmi dari Agrinas Pangan Nusantara mengenai kebutuhan kendaraan untuk program pemerintah ini. Puti membeberkan, Isuzu diminta melakukan pengadaan kendaraan untuk segmen light truck.
“Isuzu turut diikutsertakan oleh Agrinas dalam proses pengadaan kendaraan, khususnya untuk segmen light truck,” katanya saat dikonfirmasi Kontan, Kamis (2/4/2026).
Sebagai agen pemegang merek (APM), IAMI memiliki fasilitas manufaktur di Isuzu Karawang Plant, Jawa Barat. Nantinya, proses perakitan akan dilakukan di fasilitas produksi tersebut, dengan produksi yang direncanakan dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD).
Baca Juga: BUMN Wajib Beli Kapal di PT PAL, Iperindo Dorong Skema Kolaborasi
Selain itu, untuk kendaraan Isuzu, IAMI juga telah menghadirkan layanan total solution yang didukung layanan purna jual secara menyeluruh.
“Proses perakitan tentunya melibatkan ekosistem industri dalam negeri, termasuk rantai pasok dan tenaga kerja lokal,” imbuh Puti.
Diberitakan Kontan sebelumnya, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menjelaskan, kebutuhan impor mobil pikap 4x4 untuk mendukung KDKMP mencapai total 160.000 unit. Merek Isuzu disebut akan menghadirkan sekitar 900 unit.
“Dari China, ada 13.500 unit dari Foton yang sudah siap. Kemudian dari Jepang ada Mitsubishi sebanyak 13.600 unit, dari Hino ada 10.000 unit, Isuzu ada 900 unit, baru sisanya dari India yang datang," ujar Joao ditemui usai konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Joao menegaskan, seluruh kendaraan tersebut harus diimpor karena hingga saat ini belum ada pembuatan atau produksi mobil pikap 4x4 secara keseluruhan di dalam negeri. Ia juga menyebut nilai anggaran yang disiapkan untuk impor 160.000 unit mobil pikap tersebut mencapai Rp 200 triliun.
Baca Juga: Risiko Siber Meningkat, Manajemen Identitas Jadi Kunci Keamanan Korporasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













