Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah integrasi dunia fisik dan digital yang kian erat, perusahaan global kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mengelola identitas.
Di tengah meningkatnya risiko keamanan siber dan kebutuhan perlindungan data, manajemen identitas menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan sekaligus mengamankan aset perusahaan.
Manajemen identitas adalah sistem yang mengatur identifikasi, verifikasi, serta hak akses individu maupun perangkat dalam ekosistem perusahaan. Langkah ini guna memastikan keamanan data dan aset.
Sejalan dengan itu, HID -penyedia solusi identitas keamanan- dalam laporan Security and Identity Report 2026, menyoroti pergeseran signifikan strategi perusahaan dalam mengelola sistem identitas.
Baca Juga: Transformasi ITSEC Asia (CYBR), Mendeteksi Ancaman Siber Kini Lebih Cepat
Berdasarkan riset terhadap 1.500 praktisi keamanan dan teknologi informasi (TI), pengguna, serta mitra, para eksekutif kini semakin fokus pada penguatan infrastruktur identitas yang terintegrasi antara akses fisik dan digital.
“Para eksekutif di bidang keamanan saat ini dituntut untuk meningkatkan infrastruktur dan akses identitas. Di saat yang sama mereka juga sangat peduli pada tata kelola, perlindungan dan transparansi untuk menjaga kepercayaan pengguna,” ujar Ramesh Songukrishnasamy, Senior Vice President & Chief Technology Officer HID, dalam keterangan resmi, Kamis (2/4),
Perusahaan yang mampu menyeimbangkan fleksibilitas akses dengan keamanan akan menjadi pemenang di masa depan. “Mereka bisa memberikan solusi akses yang fleksibel bagi penggunanya, tanpa mengorbankan keamanan,” katanya
Laporan tersebut juga menegaskan bahwa manajemen identitas kini menjadi prioritas strategis, seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem yang mampu mengelola berbagai identitas—baik individu maupun perangkat—secara terpadu dalam satu platform.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













