Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola Kawasan Industri Jababeka, PT Jababeka Infrastruktur, mendorong peningkatan kesiapan tenaga kerja lulusan SMA/SMK di Kabupaten Bekasi seiring kebutuhan kompetensi industri yang terus berkembang.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui program Jababeka Community Acceleration Class (JClass), yang dirancang untuk mempersempit kesenjangan kompetensi (skills gap) antara lulusan sekolah menengah dan kebutuhan dunia industri.
Direktur Jababeka Infrastruktur Vega Violetta Puspa mengatakan, program tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai kompetensi dan kesiapan kerja yang dibutuhkan perusahaan di kawasan industri.
“JClass hadir untuk menjawab kesenjangan kompetensi (skills gap) antara lulusan SMA atau SMK dan kebutuhan industri di Kabupaten Bekasi, yang merupakan salah satu pusat kawasan industri terbesar di Indonesia,” kata Vega, dalam ketarangannya, Rabu (16/9/2026).
JClass dijalankan melalui tiga jalur pelatihan. Pertama, Career Acceleration Class yang berfokus pada kesiapan mental dan sikap profesional kerja.
Baca Juga: Upaya Jababeka (KIJA) Perkuat Posisi sebagai Kota Wisata Industri
Kedua, Digital Acceleration Class yang mendorong peningkatan kapasitas penguasaan digital dan administratif. Ketiga, Entrepreneur Acceleration Class yang menyasar pengembangan pelaku UMKM lokal di sekitar Kawasan Industri Jababeka.
Program JClass terbaru digelar di SMK Garuda Nusantara pada Senin (31/8/2026). Dengan pelaksanaan tersebut, Jababeka Infrastruktur telah menjalankan program JClass di delapan sekolah di Kabupaten Bekasi.
Delapan sekolah tersebut meliputi SMK Garuda Nusantara, SMK Bina Mitra, SMK Kitri Bakti, SMKN 2 Cikarang Pusat, SMK Islam Al-Amin, SMKN 2 Cikarang Barat, SMK Kesehatan Sentra Medika Cikarang, dan SMK Dewantara 2 Cikarang Pusat.
Dari sisi industri, Jababeka melibatkan perusahaan yang beroperasi di kawasan dalam pelaksanaan program. Keterlibatan tenant tidak hanya sebagai narasumber, tetapi juga pelatih serta mitra dalam penyusunan materi pelatihan.
“Yang membedakan J-Class dari program pelatihan kerja pada umumnya adalah keterlibatan langsung tenant atau perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kawasan Industri Jababeka,” ucapnya.
Baca Juga: Jababeka (KIJA) Raih Proper Hijau ke-6, Perkuat Daya Saing Kawasan Industri
Adapun sejumlah tenant yang terlibat antara lain PT Sintertech Indonesia, PT Precision Tools Service Indonesia, PT Dharma Controlcable Indonesia, PT Fukoku Tokai Rubber Indonesia, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Asahi Cipta Prima, PT Cisindo, PT Mane Indonesia, PT Komatsu Undercarriage Indonesia, PT Asia Indopack Indonesia, PT Asia Indopack Industries, PT Hanes Supply Chain Indonesia, PT Yasufuku Indonesia, PT Unilever Indonesia Tbk, PT T.RAD Indonesia, PT Sari Takagi Elok Produk, PT Nippon Steel Indonesia, dan PT Prodia Diagnostic Line.
Keterlibatan langsung perusahaan tersebut membuat materi yang diberikan dalam pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan standar kompetensi yang berlaku di dunia industri.
Bagi siswa, materi JClass memberikan gambaran mengenai sejumlah aspek yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, mulai dari etos kerja, budaya perusahaan, sikap profesional hingga keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha.
Sementara itu, jalur Entrepreneur Acceleration Class diarahkan untuk membantu pelaku UMKM di sekitar kawasan memahami pengembangan usaha, perluasan pasar, serta peluang untuk terhubung dengan rantai pasok industri.
Dengan meningkatnya kesiapan tenaga kerja lokal, lulusan SMA/SMK di Kabupaten Bekasi diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan industri. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung terbentuknya ekosistem ketenagakerjaan dan kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan di sekitar kawasan industri.
Baca Juga: Jababeka & China Silk Road Group Bentuk Innovation Center, Perkuat Investasi RI-China
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














