Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menetapkan arah baru organisasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 yang berlangsung di Bali. Dalam forum tersebut, Abdul Sobur kembali dipercaya memimpin HIMKI melalui keputusan aklamasi.
Munas HIMKI juga mengesahkan amandemen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), serta meluncurkan Grand Strategy Plan (GSP) Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia.
GSP tersebut disusun bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Bali, serta sejumlah kementerian, lembaga, asosiasi dan pemangku kepentingan lainnya.
GSP akan menjadi acuan pengembangan industri mebel dan kerajinan, mulai dari penguatan pasar domestik dan ekspor, pengembangan desain dan inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses bahan baku berkelanjutan hingga penguatan posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Dalam proses suksesi, peserta Munas memilih sembilan anggota formatur. Kesembilan formatur tersebut kemudian secara bulat memberikan mandat kembali kepada Abdul Sobur untuk memimpin HIMKI.
Baca Juga: HIMKI Soroti Risiko Kenaikan Upah 7%-9% bagi Industri Mebel dan Kerajinan
Padahal, Sobur sebelumnya menyatakan tidak bersedia dicalonkan sebagai anggota formatur. Langkah tersebut diambil untuk membuka ruang bagi proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan di HIMKI.
“Sejak awal saya sungguh ingin memberikan ruang yang luas bagi kaderisasi. Namun, ketika sembilan formatur yang dipilih secara sah oleh Munas secara bulat kembali memberikan amanah ini, saya memandangnya bukan sebagai kemenangan pribadi, melainkan sebagai panggilan tanggung jawab yang tidak patut saya abaikan,” ujar Abdul Sobur dalam keterangan resminya, Selasa (15/9/2026).
Sobur menegaskan, kepemimpinan HIMKI ke depan akan dijalankan secara kolektif-kolegial dan tidak bertumpu pada satu figur. Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas, transparansi dan kinerja organisasi.
“Amanah ini bukan milik Abdul Sobur, tetapi milik seluruh keluarga besar HIMKI. Para formatur, DPD, pengurus, badan eksekutif, anggota, serta generasi muda HIMKI harus menjadi bagian nyata dari kepemimpinan dan transformasi organisasi ke depan,” tegasnya.
Selain suksesi, Munas juga mengesahkan perubahan AD/ART untuk memperkuat tata kelola organisasi, pembagian kewenangan, sistem pertanggungjawaban, kaderisasi dan profesionalitas badan eksekutif.
Sementara itu, GBHO HIMKI menetapkan sejumlah agenda prioritas. Di antaranya konsolidasi organisasi dan penguatan Dewan Pengurus Daerah (DPD), peningkatan pelayanan anggota, pengembangan pasar domestik dan ekspor, serta advokasi regulasi yang mendukung daya saing industri.
Baca Juga: HIMKI Siapkan Strategi Baru Hadapi Perubahan Industri Global
HIMKI juga mendorong penguatan desain, inovasi, teknologi dan aspek keberlanjutan, termasuk pengembangan sumber daya manusia serta perluasan kerja sama nasional dan internasional.
Dari sisi industri, HIMKI menilai pengembangan sektor mebel dan kerajinan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja. Industri tersebut juga membawa unsur desain, kreativitas, keterampilan perajin dan kekayaan material Indonesia ke pasar global.
Karena itu, melalui GSP, HIMKI mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku usaha, desainer, perajin, lembaga pembiayaan, perguruan tinggi, penyelenggara pameran hingga mitra internasional.
“Target besar industri tidak mungkin dicapai oleh HIMKI sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh ekosistem industri. GSP harus menjadi dokumen hidup yang diterjemahkan ke dalam program, target, penanggung jawab, serta ukuran keberhasilan yang jelas,” kata Sobur.
HIMKI berharap strategi tersebut dapat mendorong Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan atau produk manufaktur, tetapi juga berkembang sebagai pusat desain, produksi dan perdagangan produk mebel serta kerajinan bernilai tambah tinggi.
Munas ke-4 HIMKI diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari unsur Dewan Pengurus Pusat, Dewan Pengurus Daerah, anggota, senior dan pemangku kepentingan HIMKI dari berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Meski Order Melambat, HIMKI Optimistis Ekspor Mebel Tembus US$ 6 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














