kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Jababeka (KIJA) yakin bisnis di semester II-2019 bakal jauh lebih baik


Kamis, 04 Juli 2019 / 19:28 WIB


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Jababeka Tbk (KIJA) yakin prospek kawasan industri bakal lebih baik memasuki semester II-2019. Sementara itu pada semester I-2019, bisnis KIJA memang sedikit kurang membaik.

Sekretaris Perusahaan KIJA Muljadi Suganda menjelaskan tantangan yang terjadi di semester I-2019 adalah musim politik. Menurutnya, musim politik berdampak pada investor menjadi lebih wait and see. “Terlebih masuk juga musim lebaran,” katanya saat dihubungi Kontan.co.id pada Kamis (4/7).

Di kuartal I 2019, KIJA baru merealisasikan marketing sales sebesar Rp 221 miliar. Adapun target KIJA di tahun ini adalah Rp 1,5 triliun.

Kontribusi kawasan industri Jababeka di Cikarang masih memberikan kontribusi paling banyak yakni ditargetkan Rp 1,1 triliun. Sebab, kata Muljadi, Cikarang kini secara infrastruktur sudah lebih matang, selain karena punya lokasi yang jaraknya relatif lebih dekat ke Jakarta.

Sementara untuk kawasan industri Jababeka di Kendal, bakal berkontribusi sebesar Rp 350 miliar dan sisanya berasal dari yang lain. Kendal sendiri bakal dipasarkan untuk investor yang memang membutuhkan lahan lebih besar.

Posisinya di tengah Pulau Jawa sendiri diyakini bakal fleksibel untuk keperluan distribusi industri yang ekspansi di lokasi tersebut. “Selain juga dekat dengan Ibukota Jawa Tengah, Semarang,” tambah Muljadi.

Tahun ini, KIJA mengalokasikan belanja modal untuk akuisisi lahan sebesar Rp 400 miliar yang diperuntukkan baik untuk Kendal dan Cikarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×