kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Jadi tulang punggung, ini rencana pengembangan Triniti Land di Batam


Jumat, 10 Januari 2020 / 19:56 WIB
Jadi tulang punggung, ini rencana pengembangan Triniti Land di Batam
ILUSTRASI. Jajaran direksi PT Perintis Triniti Properti (Triniti Land) beserta underwriter initial public offering (IPO) dalam acara due diligence meeting di Jakarta, Jumat (13/12). riniti Land) proyeksikan marketing sales tahun ini akan didominasi dari proyek di Ba

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perintis Triniti Properti (Triniti Land) memproyeksikan marketing sales tahun ini akan didominasi dari proyek di Batam. Maklum, proyek di Batam menjadi proyek terbesar Triniti.

Presiden Direktur Triniti Land Ishak Chandra mengatakan, gross development value (GDV) proyek dengan nama Marc's Boulevard Batam tersebut mencapai Rp 5 triliun - Rp 6 triliun. Karenanya, ia melihat proyek tersebut akan menjadi kontributor marketing sales terbesar.

"Proyek di Batam akan memiliki kontribusi marketing sales terbesar di 2020 sebesar 20%," ujarnya kepada kontan.co.id, Jumat (10/1). Adapun target marketing sales Triniti di tahun ini senilai Rp 1,1 triliun.

Baca Juga: Lima perusahaan akan IPO pada Januari 2020, mana yang menarik?

Kata Ishak, dari lahan seluas 23 hektare (ha) di Batam, Triniti akan mengembangkannya hingga 2028. Proyek Marc’s Boulevard akan terdiri dari lima distrik yakni Paul Marc yang merupakan area residensial, Dean Marc yang diunggulkan menjadi area pendidikan. Lalu, Grant Marc yang nantinya akan menjadi mixed used hub lengkap dengan pusat perbelanjaan dan rumah sakit, Will Marc yang merupakan area Small Office Home Office (SOHO) dan area perkantoran, serta Glen  Marc.

Untuk tahun ini, Triniti akan memulai pengembangan Paul Marc yang didalamnya terdiri dari low rise condominium,  shop house & town house.

Ia juga menjelaskan, pemilihan lokasi di Batam lantaran memiliki prospek yang bagus. Menurutnya, potensi Batam cukup bagus dengan pertumbuhan populasi paling besar di Indonesia bahkan di dunia yang pernah mencapai 11% per tahun, dengan rata-rata 8% per tahun.

"Selain itu,  dalam dua kuartal terakhir, sektor properti di kota Batam memiliki pertumbuhan paling besar dibandingkan dengan kota lainnya," jelasnya.

Untuk investasi proyek di Batam, Ishak bilang, akan mengandalkan internal perusahaan, dana masyarakat yang didapat dari initial public offering (IPO) dan juga dari pinjaman bank.

Sekedar mengingatkan, untuk IPO, Triniti melepas 1,093 miliar saham baru atau setara 25% saham yang ditawarkan dengan harga penawaran umum Rp 200 - Rp 250 per saham. Dana hasil IPO rencananya sebesar 35% akan dipakai untuk tambahan modal kerja entitas anak, PT Triniti Menara Serpong untuk pembangunan proyek apartemen Collins Boulevard.

Sisa 35% lainnya digunakan untuk memberikan pinjaman entitas anak lainnya, PT Puri Triniti Batam untuk modal kerja dan membangun proyek Marc's Boulevard. Sisanya, sebesar 30% akan dialokasikan sebagai biaya operasional perusahaan.

Baca Juga: Segera IPO, begini strategi bisnis Triniti Land

Trinti juga akan mulai mengembangkan proyek lainnya guna mendorong pendapatan berulang. Upaya yang dilakukan dengan melakukan diversifikasi usaha.

"Kami akan melakukan diversifikasi pendapatan dengan mulai mengembangkan proyek-proyek yang menghasilkan reccuring income yang didapat dari organik maupun non organik," tuturnya.




TERBARU

Close [X]
×