Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus mendorong efisiensi biaya logistik nasional melalui optimalisasi Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC).
Ruas tol ini menjadi bagian penting Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR2) yang menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok.
JTCC sepanjang 34,76 kilometer dikelola PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP), entitas Pelindo Group yang memegang konsesi sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Baca Juga: Pengelola Jalan Tol Cibitung-Cilincing Berupaya Genjot Trafik yang Masih Rendah
Ruas ini telah beroperasi penuh sejak 2023 dan kini tersambung dengan JORR2, sehingga diharapkan mampu mengurai kemacetan, mempercepat waktu tempuh, serta menyediakan alternatif rute distribusi barang.
Secara strategis, JTCC menjadi penghubung utama kawasan industri Bekasi, Cikarang, Karawang, dan sekitarnya menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Konektivitas ini dinilai krusial untuk memangkas waktu tempuh dan biaya distribusi logistik.
Plt Direktur Utama CTP Erwan Dwi Winanto menegaskan, pengelolaan JTCC diarahkan untuk memperkuat integrasi kawasan industri dengan pelabuhan.
“Kami mengupayakan integrasi tarif JTCC dengan ruas tol lain di Jakarta agar aksesibilitas meningkat dan tarif tetap kompetitif,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Antrean di Pelabuhan Tekan Kinerja Logistik, Pengusaha Desak Evaluasi Menyeluruh
Sejalan dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menilai integrasi koridor logistik sebagai kunci efisiensi. “Integrasi jalur akan melancarkan arus barang sekaligus membuka ruang penyesuaian tarif tol yang lebih terjangkau,” katanya.
Untuk memperkuat peran tersebut, CTP menyiapkan sejumlah pengembangan.
Di antaranya pembangunan Rest Area & Logistic Hub di KM 92, penambahan pintu tol baru untuk memperluas akses di sepanjang trase JTCC, serta rencana akses langsung ke Terminal Kalibaru melalui proyek New Port Eastern Access (NPEA) di KM 108.
Baca Juga: ALI Dorong Insentif Pajak untuk Tekan Biaya Logistik Nasional
Pelindo menilai langkah-langkah ini akan memaksimalkan pemanfaatan JTCC, mengurangi titik kemacetan, dan mendorong efisiensi sistem distribusi barang.
Pada akhirnya, optimalisasi JTCC diharapkan meningkatkan daya saing logistik nasional dan memberi manfaat lebih luas bagi pelaku industri dan masyarakat.
Selanjutnya: Status Tambang Emas Martabe di Indonesia Perkuat Potensi Pengembalian Izin
Menarik Dibaca: Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













