kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Jakpro ajukan dana tambahan Rp 3,5 triliun


Selasa, 11 Juli 2017 / 05:33 WIB
Jakpro ajukan dana tambahan Rp 3,5 triliun


Reporter: Tantyo Prasetya | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Progres pengerjaan kereta cepat atau light rail transit (LRT) Jakarta koridor Kelapa Gading-Velodrom sepanjang 5,8 kilometer  (km) per Juni 2017 sudah mencapai sekitar 27,16%. Pencapaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, sebesar 26,64%. 

Detail pengerjaan proyek LRT adalah untuk pengerjaan P 101 (advanced work) sudah terealisasi 100%. Kemudian, P 102 (main work) baru terealisasi sebesar 26,53% dan P 103 (train set) dengan realisasi sebesar 17,93%.

Sebagai perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk menggarap LRT Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan alokasi dana senilai Rp 6,81 triliun. Tapi hingga Juni 2017, dana yang baru cair hanya sebesar Rp 1,34 triliun.

Direktur Utama Jakpro Satya Heragandhi mengatakan, pihaknya mengajukan dana tambahan senilai Rp 3,5 triliun lewat skema Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp 3,5 triliun. 

Nah, dana tambahan tersebut diajukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Dana tambahan tersebut memang bagian dari pendanaan yang disediakan untuk penyediaan prasarana LRT," terang Satya kepada KONTAN, Senin (10/7).

Ke depan, apabila proyek LRT sudah beroperasi, maka tidak menutup kemungkinan bagi Jakpro untuk mengembangkan hunian berbasis transportasi umum atawa transit oriented development (TOD). Konsep hunian tersebut akan dikembangkan di atas depo LRT. "Tapi saat ini fokus utama adalah menyelesaikan proyek LRT tepat waktu," sebut Satya.

Sejatinya, pengerjaan proyek LRT Jakarta memang sedang dikebut untuk menyambut Asian Games 2018. Even ini diselenggarakan di Indonesia pada 18 Agustus-2 September 2018.

Selain proyek LRT Jakarta, proyek lain yang dikerjakan Jakpro mencakup dua arena olahraga. Yaitu arena ketangkasan berkuda (equestrian) yang realisasi pengerjaannya mencapai 24,66% dan tempat untuk balap sepeda (velodrom), yang realisasinya sudah 44,41%.

Adapun masing-masing alokasi anggaran yang disiapkan untuk pengerjaan proyek arena olahraga equestrian Rp 417 miliar dan Rp 665 miliar untuk velodrom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×