kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

JEC buka klinik baru di Jakarta


Selasa, 19 Desember 2017 / 19:08 WIB
JEC buka klinik baru di Jakarta


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jakarta Eye Center (JEC) hari ini membuka secara resmi satu lagi klinik mata terbarunya. Yakni Klinik Mata Utama JEC Tambora, yang berlokasi di Jalan Imam Mahbud No. 31, Duri Pulo, Jakarta Pusat.

Iwan Soebijantoro, Direktur Utama JEC Medika Indonesia menjelaskan kehadiran JEC di beberapa kawasan Jakarta merupakan upaya JEC dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata, serta memudahkan akses terhadap layanan kesehatan mata yang terpadu dan berkualitas.

”Dengan kesehatan mata yang optimal maka kualitas hidup seseorang akan lebih baik, hal ini sejalan dengan visi JEC,” kata Iwan dalam keterangan pers, Selasa (19/12).

Berada dekat dengan kawasan perdagangan Jakarta Pusat, Klinik Mata Utama JEC Tambora memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat menengah ke bawah.

Devina Nur Annisa, Kepala Klinik Mata Utama JEC Tambora menjelaskan seperti halnya RS Mata dan Klinik Mata JEC lainnya, Klinik Mata JEC Tambora menggunakan standar yang sama dalam melayani kebutuhan pasien yaitu menghadirkan pelayanan yang berpengalaman, andal dan terampil, serta dukungan teknologi medis terkini.

”Untuk ke depannya, Klinik Mata Utama JEC Tambora juga akan berusaha untuk berpartisipasi dalam menyukseskan program kesehatan nasional dengan mengajukan kerja sama ke badan penyelenggara BPJS Kesehatan,” tambah Devina.

Menurut data kesehatan mata di seluruh dunia, diperkirakan lebih dari 7 juta orang menjadi buta setiap tahunnya, dan saat ini diperkirakan 180 juta orang di seluruh dunia mengalami kebutaan atau gangguan penglihatan.

Penyebab terbesar kebutaan di Indonesia adalah karena katarak (50%), yang setiap tahun diperkirakan meningkat sebesar 0,1% dari total jumlah penduduk. Selain katarak, penyebab kebutaan lainnya yang mengancam penduduk Indonesia adalah Glaukoma dan Retinopati Diabetik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×