kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Jika ditunjuk, PLN mengaku siap membangun PLTN


Selasa, 29 November 2011 / 15:55 WIB
ILUSTRASI. Sudah 3 tahun rilis, HP Xiaomi Redmi Note 5 akhirnya kebagian update MIUI 12


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Jika pemerintah menunjuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), perusahaan setrum ini mengaku siap.

Sebelumnya, Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, mengatakan, telah menyetujui tawaran pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berkapasitas 200 kilovolt (kV).

Direktur Utama, PLN Nur Pamudji, memang mengaku belum membaca surat persetujuan dari pemerintah. "Namun secara umum pemerintah itu akan menugaskan sebuah perusahaan untuk membangkitkan PLTN. Siapa yang ditugaskan kita tunggu dari pemerintah, apakah Batan atau PLN, belum tahu," ujarnya, Selasa (29/11).

Dahlan Iskan, Menteri BUMN mengatakan energi nuklir merupakan salah satu solusi untuk memenuhi besarnya kebutuhan listrik di tanah air yang pada 2025 akan meningkat hingga empat kali lipat. "Tidak apa-apa kalau kapasitasnya kecil. Yang penting pembangunan cepat selesai," tuturnya, dalam Seminar Kebijakan Energi Nasional di gedung DPR, Senin (28/11).

Walaupun tahap pembangunan pertama masih skala kecil, tapi proyeksi pembangunan energi nuklir tersebut akan ditingkatkan menjadi 2 Megawatt. Saat ini, pihaknya masih mengkaji proposal pembangunan PLTN tersebut. "Prinsipnya saya setuju pembangunan energi nuklir di Indonesia," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×