kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Jika Harga BBM Subsidi Naik, Asperindo Himbau Anggota Naikkan Tarif Maksimal 10%


Kamis, 25 Agustus 2022 / 21:31 WIB
Jika Harga BBM Subsidi Naik, Asperindo Himbau Anggota Naikkan Tarif Maksimal 10%
ILUSTRASI. Beban BBM bisa mencapai lebih dari 30%, Asperindo himbau anggota naikkan tarif maksimal 10%. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia (Asperindo) mengimbau para anggotanya menaikkan tarif maksimal sebesar 10% jika terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Hal ini dilakukan sebab kenaikan harga BBM akan berkorelasi terhadap naiknya jasa pengiriman.

Sekretaris Jendral Asperindo Trian Yuserma juga mengimbau agar para anggota melakukan efisiensi proses bisnis melalui digitalisasi.

"Asperindo menghimbau para anggota menaikkan tarif atau harga layanan minimal 10% disesuaikan dengan kondisi struktur biaya masing-masing anggota dan jenis layanannya," ujar Trian saat dihubungi oleh Kontan, Kamis (25/8).

Baca Juga: Ini Kata Industri Jasa Logistik Soal Wacana Kenaikan Harga BBM

Lebih jauh, Trian mengungkapkan jika porsi beban BBM dalam layanan jasa pengiriman sangat bervariasi. Hal ini tergantung dari jarak, berat serta layanan yang digunakan.

"Beban porsi BBM dalam layanan jasa pengiriman bisa di atas 30% jika dihitung secara end to end," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×