kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Jokowi belum sepakat dua hal dengan PT JM


Kamis, 06 Maret 2014 / 10:34 WIB
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank Rakyat Indonesia di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui dirinya belum menyepakati rencana bisnis yang diajukan oleh PT Jakarta Monorail mengenai proyek monorel yang hingga kini masih mangkrak.

"Dia (Jakarta Monorail) masih belum sambung, dipaparkan kemarin masih banyak angka yang kami pertanyakan, harus diperjelas lagi, supaya ketemu semuanya," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (6/3).

Masalah rencana bisnis yang belum disepakati oleh Jokowi yakni masalah tarif karcis. Menurut Jokowi, Jakarta Monorail belum memberikan kalkulasi yang akurat, sehingga nantinya proyek monorel tidak hanya jadi, tapi berkelanjutan.

"Monorel sudah jadi harus terus berkelanjutan. Rugi kalau baru 5 tahun berhenti. Kami akan melakukannya dengan hati-hati dan ketat," kata Jokowi.

Selain masalah tarif karcis, Jokowi mengatakan ada hal lain yang menghambat proyek monorel ini lantaran perjanjian kerja sama (PKS) tidak kunjung disepakati.

Masalah itu yakni mengenai hal teknis pembangunan, khususnya rencana pembangunan depo di Casablanca sementara ada Jalan Layang Non Tol (JLNT) yang melintas di dekat tiang monorel. "Nah ini harus hati-hati. Meski dana swasta, tapi ini menyangkut publik," ucap Jokowi. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×