kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Jokowi minta genjot sektor perikanan di Natuna


Rabu, 29 Juni 2016 / 14:28 WIB


Sumber: Antara | Editor: Dikky Setiawan

NATUNA. Presiden Joko Widodo meminta para pejabat untuk menggenjot pemanfaatan sektor perikanan di Natuna, Kepulauan Riau. Pasalnya, sampai saat ini baru 8,9 persen yang dimanfaatkan dari potensi yang dimiliki.

"Perikanan di Natuna hanya sebesar 8,9 persen dari potensi yang kita miliki. Oleh sebab itu ini perlu dipercepat lagi sehingga bisa mendatangkan manfaat bagi kita," kata Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas membahas pengembangan potensi ekonomi Kepulauan Natuna di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (29/6).

Menurut Presiden, ratas ini merupakan kelanjutan dari kunjungan dan rapat yang diadakan di atas KRI Imam Bonjol yang berlayar di Laut China Selatan pada pekan lalu.

"Dalam ratas tersebut sudah saya sampaikan untuk fokus yang ingin kita kerjakan di sana (Natuna), pertama yang berkaitan dengan industri perikanan, kedua yang berkaitan dengan industri migas dan yang ketiga yang berkaitan dengan pertahanan," katanya.

Presiden mengatakan tiga hal ini perlu diperdalam lagi dalam ratas ini pada Rabu.

Terkait dengan potensi migas, Presiden juga meminta segera dilakukan usaha agar cepat produksi semua.

Presiden mengungkapkan potensi migas di Natuna dari 16 blok migas yang ada, baru lima blok yang produksi, tujuh blog masih dalam tahap eksplorasi dan empat blok masih dalam proses terminasi.

"Untuk menjaga sumber daya alam kita, menjaga kedaulatan kita di Natuna sebagai wilayah terdepan, di dalam rapat terbatas yang lalu telah perintahkan TNI, khususnya TNI Angkatan Laut dan Bakamla agar meningkatkan patroli dan penjagaan di kawasan Natuna," katanya.

Untuk itu Presiden meminta beberapa infrastruktur yang ada di Natuna segera dibangun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×