kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45801,69   11,79   1.49%
  • EMAS1.048.000 1,85%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Jumlah penumpang pesawat menurun di 2019, ini kata pengamat


Senin, 20 Januari 2020 / 21:07 WIB
Jumlah penumpang pesawat menurun di 2019, ini kata pengamat
ILUSTRASI. Penumpang pesawat udara membawa barang bawaan di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (19/12/2019). Puncak arus penumpang saat musim libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Bandara Ngurah Rai diprediksi akan terjadi pada

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode Januari sampai November 2019 jumlah penumpang pesawat udara mengalami penurunan sebesar 19,14%.

Anggota Ombudsman Alvin Lie yang juga seorang pengamat penerbangan menilai tahun 2019 memang jumlah penumpang transportasi udara menurun cukup dratis.

"Karena penumpang kaget melihat maskapai penerbangan memasang harga kisaran batas atas dan tidak turun kembali," ujarnya kepada kontan.co.id pada Senin (20/1).

Alvin menambahkan, kalau harga tiket mahal atau murah itu relatif. Karena menurutnya penumpang sudah terbiasa menghadapi harga bantingan. "Ketika mereka tidak lagi mendapat harga bantingan, sebetulnya itu memang harga yang sesungguhnya," kata Alvin.

Baca Juga: Citilink menargetkan penambahan jumlah penumpang 22% di 2020, ini rahasiannya

Alvin menjelaskan, di situlah terjadi seleksi alam yang mana sebetulnya yang biasa membutuhkan transportasi udara mereka tetap akan melakukan penerbangan, sedangkan yang biasanya bukan konsumen yang sebetulnya hanya karena harga murah lalu kemudian mereka coba-coba tentunya ini yang akan terfilter/tersaring.

Proyeksi di 2020 sendiri Alvin menilai, bagi yang membutuhkan transportasi udara akan melihat bahwa melakukan penerbangan itu jauh lebih penting dibandingkan dengan melihat harga tiket, dan mereka akan tetap melakukan perjalanan tersebut. Baik itu untuk bisnis, tugas, maupun liburan.

Alvin menuturkan, lebih dari itu juga konsumen sudah mulai terbiasa menerima bahwa harga tiket yang sebenarnya adalah seperti itu dan bukan banting-bantingan lagi. "Sementara kita harus menyesuaikan diri dengan kondisi real saat ini," katanya.

Di sisi lain, Alvin menyebut kemungkinan harga tiket di tahun ini juga akan mengalami penurunan. "Mungkin tidak signifikan tapi akan sedikit lebih murah dari 2019. Mengingat nilai tukar rupiah agak menguat, sehingga berdampak juga pada penurunan biaya operasional maskapai penerbangan, lalu harga minyak yang sempat turun berdampak pada turunnya harga avtur," ujarnya.

Baca Juga: TNI kerahkan 2 pesawat cari kapal pengangkut 25 drum avtur yang masih hilang

Dua komponen tersebut tentunya akan menurunkan biaya operasional maskapai penerbangan dan ujung-ujungnya dapat menurunkan harga tiket.

"Seberapa besarnya kita harus melihat lagi, tapi kondisinya cukup menggembirakan. Saya yakin air lines akan menurunkan harga tiketnya sesuai dengan penghematan-penghematan yang mereka alami," tuturnya.

Mengenai masalah jumlah penumpang turun atau naik, Alvin menyebut ini merupakan konsekuensi dari filter penyaringan alami di tahun 2019.

"Saya yakin dengan terbiasanya konsumen melihat harga tarif yang sesungguhnya, berangsur-angsur akan meningkat lagi jumlah konsumen yang memanfaatkan transportasi udara," pungkasnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×