Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operator jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) BP-AKR menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan bahan bakar dan kualitas layanan di tengah dinamika harga energi global.
Manajemen BP-AKR menyatakan, perusahaan terus mendukung mobilitas masyarakat melalui penyediaan bahan bakar yang andal sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas pasokan energi nasional.
"Dalam melakukan penyesuaian harga, BP-AKR mengikuti ketentuan dan regulasi pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pergerakan harga minyak dunia," kata manajemen BP-AKR kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: ESDM Buka Peluang Impor Minyak dari Rusia Jika Sanksi Dilonggarkan
Selain itu, BP-AKR juga melakukan pengelolaan pasokan secara terencana untuk memastikan kelancaran distribusi bahan bakar di jaringan SPBU bp. Koordinasi dengan mitra distribusi terus diperkuat agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi di tengah potensi fluktuasi permintaan.
Sebelumnya dalam catatan Kontan, Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri, khususnya jenis subsidi, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan meski harga minyak mentah dunia (crude oil) melonjak akibat konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM subsidi jenis Pertalite tidak berubah, berapa pun kenaikan harga minyak dunia.
"Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (03/03/2026).
Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan mengikuti mekanisme pasar dan fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Analis Pasar Modal dari Traderindo, Wahyu Laksono, menyebut jika harga minyak Brent bertahan di atas US$ 85–US$ 90 per barel, kenaikan harga BBM nonsubsidi di SPBU hampir bisa dipastikan terjadi pada awal bulan berikutnya.
Baca Juga: Bahlil Klaim Stok Batubara PLTU Masih Aman Rata-rata 14 Hari
“Harga jenis ini sangat berpotensi naik setiap bulannya karena mengikuti mekanisme pasar. Jika harga Brent bertahan di atas US$ 85-90, kenaikan harga di SPBU hampir bisa dipastikan terjadi pada awal bulan depan,” ujarnya, Rabu (04/03/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













