kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Kacamatamoo Bidik 100 Gerai pada 2026, Ekspansi Andalkan Skema Kemitraan


Selasa, 07 Juli 2026 / 18:09 WIB
Kacamatamoo Bidik 100 Gerai pada 2026, Ekspansi Andalkan Skema Kemitraan
ILUSTRASI. Jaringan optik Kacamatamoo mengejar 100 gerai lebih hingga 2026. Skema kemitraan jadi andalan


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jaringan ritel optik Kacamatamoo menargetkan perluasan lebih dari 100 gerai hingga akhir 2026. Perusahaan mengandalkan skema kemitraan sebagai strategi utama guna mempercepat ekspansi jaringan, sekaligus menjaga efisiensi kebutuhan investasi.

Founder Kacamatamoo Michael Oktowinadi mengatakan, hingga Juli 2026 perusahaan telah mengoperasikan 92 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar gerai tersebut merupakan hasil kerja sama dengan mitra bisnis.

“Hari ini kami sudah memiliki 92 outlet. Target sampai akhir tahun bisa mencapai 100 lebih, tergantung kondisi pasar dan kalau masih mendapatkan lokasi yang bagus kami akan buka terus,” ujar Michael ditemui usai acara Entrepreneurs Symposium & Roadshow 2026 di Tangerang, Selasa (7/7/2026).

Menurut Michael, investasi untuk membuka satu gerai l, berkisar Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar, bergantung pada lokasi dan ukuran toko.

Baca Juga: Kacamatamoo Mulai Ekspansi ke Asia, Siapkan Langkah Awal Menuju IPO

Dari total 92 gerai yang beroperasi, sekitar 35 outlet tersebut dimiliki langsung oleh perusahaan, sedangkan sisanya dikelola bersama mitra.

“Saya dari awal memang suka membangun partnership. Waktu merintis usaha tentu tidak mungkin punya modal sebesar itu untuk membuka cabang terus-menerus, jadi kami mengajak banyak partner untuk berkembang bersama,” katanya.

Strategi tersebut, memungkinkan perusahaan memperluas jaringan lebih cepat dibandingkan jika seluruh ekspansi mengandalkan modal internal, lanjut michael.

Adapun ekspansi hingga akhir tahun masih difokuskan di Pulau Jawa, terutama Jawa Timur. Saat ini, jaringan Kacamatamoo telah hadir di Jabodetabek, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Surabaya.

Selain memperluas jaringan, perusahaan pun mencatat pertumbuhan bisnis yang konsisten. Michael mengklaim, pendapatan Kacamatamoo meningkat sekitar 30% setiap tahun sejak perusahaan berdiri pada tahun 2019.

Baca Juga: Amankan Pasokan PLN, PTBA Siap Pasok Batubara Kalori Tinggi Hingga Akhir Tahun

Revenue kami tumbuh sekitar 30% setiap tahun. Kalau profit memang ada yang naik dan ada yang turun karena kami terus ekspansi sehingga biaya operasional juga ikut meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, satu gerai baru rata-rata membutuhkan waktu sekitar 22 bulan untuk mencapai titik impas (break even point/BEP).

Dengan target menambah jumlah gerai hingga menembus 100 outlet pada tahun ini, Kacamatamoo juga akan tetap mengandalkan model kemitraan sebagai strategi pertumbuhan.

Perusahaan juga akan memprioritaskan pembukaan gerai di lokasi-lokasi potensial. Dan memperluas jangkauan pasar di segmen menengah hingga menengah bawah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×