Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai langkah pemerintah menyiapkan lahan seluas 24.000 hektare (ha) di Pulau Jawa untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt (GW) merupakan pilihan tepat.
Kebijakan ini dianggap logis demi mengejar efisiensi waktu eksekusi.
Ketua Komite Tetap Kajian Hilirisasi dan Investasi Kadin Indonesia, Chandra Wahjudi menyatakan bahwa wilayah Jawa memiliki keunggulan dari sisi kesiapan infrastruktur kelistrikan.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 24.000 Ha Lahan di Jawa Untuk PLTS, DEN: Menarik Buat Investor
"Pulau Jawa adalah pusat konsumsi listrik nasional, memiliki infrastruktur transmisi paling siap, dan PLN membutuhkan PLTS dekat pusat beban untuk menjaga stabilitas," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (3/6/2026).
Chandra menambahkan, faktor kecepatan ketersediaan lahan kelolaan menjadi alasan utama mengapa wilayah operasional di Pulau Jawa akhirnya dipilih oleh pemerintah.
"Ketersediaan lahan yang sudah teridentifikasi. Pemerintah (Kementerian ESDM dan Kementerian ATR/BPN) menyatakan bahwa 24.000 ha lahan yang 'siap diverifikasi' memang berada di Jawa," urainya.
Chandra menekankan, pemilihan lokasi ini murni didasarkan pada aspek percepatan target pembangunan yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Ini bukan berarti Jawa paling ideal, tetapi lahan yang paling cepat tersedia untuk eksekusi proyek dalam 3 tahun. Dekat dengan pusat beban listrik terbesar di Indonesia," terangnya.
Baca Juga: Kementerian ESDM Percepat Regulasi dan Infrastruktur untuk Proyek PLTS 100 GW
Lebih lanjut, posisi Jawa sangat strategis karena memangkas rantai distribusi setrum yang panjang mengingat wilayah ini merupakan konsumen energi terbesar.
"Jawa menyumbang sekitar 70% konsumsi listrik nasional. Infrastruktur transmisi dan gardu induk sudah lebih siap untuk mengejar target waktu yang sudah ditetapkan," kata Chandra.
Lebih lanjut, Chandra menambahkan, meskipun biaya investasi tanah di Jawa cukup tinggi, ia menilai kalkulasi total pembiayaan jangka panjangnya masih jauh lebih menguntungkan.
Baca Juga: Ambisi Prabowo Bangun PLTS 100 GW, Aturan Kuota PLTS Atap Pelanggan Mesti Direvisi
"Jika dilihat dari sisi harga tanah, pulau Jawa tidak ideal. Namun secara keekonomian sistem kelistrikan, Jawa bisa menjadi pilihan paling rasional karena menghindari biaya transmisi raksasa dan risiko ketidaktersambungan ke pusat beban. Tanah di Jawa relatif lebih mahal, tetapi transmisi dari luar Jawa akan lebih mahal dan lambat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













