kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.341   75,00   0,43%
  • IDX 7.081   8,12   0,11%
  • KOMPAS100 956   1,74   0,18%
  • LQ45 684   1,26   0,19%
  • ISSI 255   -0,18   -0,07%
  • IDX30 380   1,18   0,31%
  • IDXHIDIV20 465   1,90   0,41%
  • IDX80 107   0,18   0,16%
  • IDXV30 136   1,22   0,90%
  • IDXQ30 121   0,30   0,24%

KAI Bakal Tutup Perlintasan Kereta Sebidang, Begini Syaratnya


Rabu, 29 April 2026 / 13:55 WIB
KAI Bakal Tutup Perlintasan Kereta Sebidang, Begini Syaratnya
ILUSTRASI. Tips War Tiket Mudik Lebaran dari KAI (dok./https://www.pexels.com/Noel Snpr)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menutup sejumlah perlintasan kereta sebidang, menyusul kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari pembenahan yang diperintahkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kita langsung hari ini jalan untuk membenahi dan melakukan aksi-aksi yang sangat penting untuk menangani perlintasan-perlintasan ini, baik itu perlintasan yang resmi atau yang terdaftar, tidak ada peralatannya, tidak ada penjaganya,” ujar Bobby kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Strategi Pupuk Kaltim (PKT) Hadapi Kenaikan Bahan Baku Imbas Konflik Timur Tengah

Ia menegaskan, perlintasan sebidang yang tidak memenuhi persyaratan, terutama yang tidak memiliki perlengkapan keselamatan dan penjaga, akan ditutup. Selain itu, KAI juga akan meningkatkan standar pelayanan minimum (SPM) di perlintasan yang masih beroperasi.

Langkah ini diambil karena tingginya angka kecelakaan yang melibatkan perlintasan sebidang.

Kebijakan tersebut mencuat setelah insiden kecelakaan kereta api pada Senin (27/4/2026) malam di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 15 penumpang.

Kecelakaan tersebut bermula dari adanya Taksi Green SM tertemper Commuter Line di dekat stasiun Bekasi Timur. Taksi tertemper KRL tepat ketika melintas pada pintu perlintasan sebidang.

Sehingga, membuat Commuter Line lainnya menunggu keberangkatan dari stasiun Bekasi Timur. Namun, ketika belum mendapat aba-aba keberangkatan, Commuter Line tersebut ditabrak tepat dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek dan membuat 15 orang penumpang perempuan meninggal dunia.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG, Infrastruktur Hingga Kelayakan Ekonomi Disorot

Sementara itu, proses identifikasi korban telah dilakukan oleh tim gabungan dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri bersama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan proses identifikasi sudah berlangsung intensif sejak Senin malam hingga akhirnya diumumkan ke publik pada Selasa (28/4/2026).

"Bapak ibu, rekan-rekan sekalian, akan saya sampaikan hasil identifikasi dari tim gabungan sampai dengan sore ini," ujar Brigjen Pol Nyoman kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sebanyak 15 orang korban meninggal, seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Mereka berasal dari berbagai wilayah, mayoritas dari Bekasi dan sekitarnya.

Berikut daftar 10 korban yang telah teridentifikasi:

1. Tutik Anitasari (31) warga Cikarang Barat, Bekasi;

2. Harum Anjasari (27) asal Cipayung, Jakarta Timur;

3. Nur Alimantun Citra Lestari (19) dari Pasar Jambi;

4. Farida Utami (50) warga Cibitung, Bekasi;

5. Vica Acnia Pratiwi (23) asal Cikarang Barat;

6. Ida Nuraida (48) warga Cibitung, Bekasi;

7. Gita Septia Wardany (20) dari Cibitung, Bekasi;

8. Fatmawati Rahmayani (29) warga Bekasi Selatan;

9. Arinjani Novita Sari (25) dari Tambun Selatan, Bekasi;

10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32) warga Tambun Selatan, Bekasi.

Sementara, untuk lima korban meninggal lainnya sudah lebih dulu diserahkan kepada pihak keluarga. Lima korban meninggal itu sempat dibawa ke sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG, Infrastruktur Hingga Kelayakan Ekonomi Disorot

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Martinus Ginting menyebut, korban tersebut berasal dari beberapa rumah sakit berbeda, yakni RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, dan RS Bekasi Timur. "Dan jenazah yang di tiga rumah sakit ini sudah diserahkan kepada keluarga," kata Martinus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×