kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

KAI belum siap garap kereta api cepat


Senin, 19 Maret 2012 / 14:53 WIB
ILUSTRASI. Erick Thohir. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Melati Amaya Dori | Editor: Edy Can


JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum berminat menggarap proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung senilai Rp 56 triliun. Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan, nilai investasi proyek tersebut terlalu besar. "Jika investasi hanya untuk pembangunan rel saja atau rolling stock yang biayanya tidak sebesar itu, mungkin kami sanggup," katanya, Senin (19/3).

Nilai investasi proyek itu berasal dari kajian Kementerian Perhubungan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Japan Railway Technical Service dan Yachiyo Engineering Co. Ltd. Rinciannya, pekerjaan sipil sebesar Rp 24 triliun, pembangunan rel sebesar Rp 4 triliun, rolling stock Rp 4 triliun, akuisisi lahan Rp 2 triliun, kontingensi Rp 3 triliun dan sisanya untuk kepentingan biaya konstruksi lainnya dan pajak.

Kajian itu menyebutkan kereta api cepat itu menempuh waktu 45 menit untuk Jakarta-Bandung. Tarif idealnya sebesar Rp 200.000 per orang.

Ignasius menilai tarif tersebut terlalu besar. Dia mengatakan, perlu ada kajian kemampuan daya beli masyarakat untuk membeli tiket kereta api cepat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×