kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,80   0,58   0.07%
  • EMAS1.028.000 0,19%
  • RD.SAHAM 0.09%
  • RD.CAMPURAN 0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

KAI minta penambahan kapasitas angkut KRL menjadi 60% dari 45%


Senin, 06 Juli 2020 / 20:17 WIB
KAI minta penambahan kapasitas angkut KRL menjadi 60% dari 45%
ILUSTRASI. Penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line menunggu kereta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (9/6/2020). Kepadatan penumpang terjadi di beberapa stasiun KRL pada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I, terutama saat

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, berharap ada relaksasi kapasitas maksimal KRL untuk bisa ditingkatkan menjadi 60% untuk mengurangi kepadatan antrean penumpang di stasiun.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, relaksasi terkait batas kapasitas angkut KRL sesuai dengan SE DJKA No. 14/2020, diusulkan agar kapasitas penumpang dapat ditingkatkan dari 45% menjadi 60% pada tahap selanjutnya setelah evaluasi dari berbagai pihak.

Sejak ditetapkan kapasitas angkut maksimal 45% atau 74 pelanggan per kereta pada 8 Juni, PT Kereta Commuter Indonesia telah dengan baik mengantisipasi kepadatan di stasiun dan kereta dengan berbagai pengaturan protokol kesehatan yang ketat.

"Apabila kapasitas ditingkatkan menjadi 60% atau sekitar 100 pelanggan per kereta, maka antrean di stasiun dapat dikurangi," ujar Didiek melalui siaran pers, Senin (6/7).

Baca Juga: Penumpang KRL membeludak, perjalanan commuter line ditambah lagi

Ia menjelaskan, hingga hari ini, sudah mengoperasikan sebanyak 947 perjalanan KRL atau mencapai 95% dari 991 perjalanan yang reguler dijalankan pada masa normal sebelum pandemi Covid-19.

Perseroan juga telah melakukan pengaturan kepada pengguna KRL agar mengantre dengan tertib dan teratur sebelum masuk ke peron.

Pihaknya mengakui antrean tersebut akan mengurangi kenyamanan dan menambah waktu perjalanan untuk menuju tempat kerja. Namun, hal tersebut demi mematuhi kebijakan jaga jarak baik di stasiun maupun di kereta.

"Misalnya di stasiun Bogor, headway antar kereta sudah 5 menit sekali. Namun, hal tersebut tetap belum mampu mengurangi antrean karena kapasitas yang disediakan masih dibatasi dalam setiap perjalanan," katanya.

Baca Juga: Penumpukan penumpang di Stasiun Bogor terjadi lagi, begini penjelasan Bima Arya

Menurutnya, meski ada penambahan kapasitas angkut, protokol kesehatan tetap akan KAI jalankan dengan ketat dan tegas seperti yang sudah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19 seperti disiplin memakai masker, baju lengan panjang, rutin cuci tangan, tidak memegang wajah, mata, dan mulut serta tidak berbincang-bincang selama di dalam kereta.

Saat ini dengan meningkatnya jumlah pelanggan KRL dari hari ke hari dengan terbatasnya kapasitas KRL, maka kepadatan pada jam sibuk tidak dapat dihindari.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×