kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kalbe Farma (KLBF) Tak Khawatir Permintaan Layanan Tes Covid-19 Berkurang


Jumat, 25 Maret 2022 / 15:48 WIB
Kalbe Farma (KLBF) Tak Khawatir Permintaan Layanan Tes Covid-19 Berkurang
ILUSTRASI. Vidjongtius, Presiden Director Kalbe Farma Tbk. (Kontan/Panji Indra)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelonggaran kebijakan penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah membawa dampak bagi pelaku usaha penyedia layanan tes Covid-19, tak terkecuali PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Seperti yang diketahui, pelaku perjalanan dalam negeri yang sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua dan ketiga (booster) tidak perlu menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau tes rapid antigen.

Baru-baru ini, pemerintah juga menyebut bahwa masyarakat dapat melakukan kegiatan mudik tanpa tes Covid-19, asalkan telah memperoleh vaksin booster. Di atas kertas, pelonggaran tersebut membuat frekuensi pemeriksaan Covid-19 dapat mengalami penurunan.

Direktur Utama PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Vidjongtius menyampaikan, pada dasarnya bisnis layanan tes RT-PCR memiliki kontribusi pendapatan yang sangat rendah terhadap pendapatan KLBF secara konsolidasi.

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Menghentikan Proses Pengembangan Vaksin GX-19, Ada Apa?

Bahkan, ketika permintaan tes Covid-19 melambung, kontribusi pendapatan lini bisnis tersebut tetap rendah. Alhasil, KLBF tidak merasakan kerugian tatkala frekuensi layanan pemeriksaan Covid-19 berada dalam tren menurun.

“Portofolio produk kesehatan lain masih banyak yang mendukung kinerja kami,” ujar dia, Jumat (25/3).

Dalam berita sebelumnya, selain melayani tes Covid-19 berupa RT-PCR, KLBF juga pernah meluncurkan Kit Tes Covid-19 berbasis Saliva dengan metode Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification (RT LAMP).

Secara umum, KLBF memiliki lini bisnis seperti obat resep, produk kesehatan, nutrisi, serta distribusi dan logistik.

 

Vidjongtius menambahkan, di tengah pelonggaran kebijakan penanganan pandemi, pihaknya memastikan stok alat tes Covid-19 dan produk lain selalu disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan permintaan dari konsumen.

Bisnis layanan diagnostik dan tes milik KLBF juga tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya, walau frekuensi layanan tes Covid-19 sedang menurun. “Tes laboratorium banyak pilihannya, jadi kami akan lebih aktif melayani kebutuhan tes lainnya secara rutin,” pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×