Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memastikan diri tidak akan melakukan pencarian dana segar lagi di tahun ini. Perusahaan pelat merah itu mengklaim masih memiliki sisa dana hasil penerbitan surat utang berdenominasi dollar Amerika Serikat yang dilakukannya akhir tahun lalu. Kala itu perseroan memperoleh dana mencapai US$ 500 juta dari investor asal Eropa, Asia dan Amerika Serikat.
“Setengah dana itu akan kita gunakan untuk membiayai investasi di tahun ini,” kata Djarwo Surjanto, Selasa (19/5).
Rencananya dana itu akan digunakan salah satunya untuk membiayai kelanjutan pembangunan proyek Terminal Teluk Lamong di Surabaya. Pekerjaan tahap II ini akan menghabiskan dana sekitar Rp 7 triliun.
Perseroan akan menggunakannya untuk membangun dermaga curah kering seluas 250x30 m2, membangun lapangan penumpukan, membeli 15 unit power plan, membeli 2 unit STS Crane Internasional, 3 unit STS Crane Domestik, 10 unit Automatic Stracking Crane dan reklamasi area penunjang.
Hingga pertengahan Mei ini, Pelindo III mengaku sudah membelanjakan sekitar 50% dari dana US$ 500 juta yang dikantonginya. Kata Djarwo, dana itu digunakan untuk membiayai beberapa investasi seperti proyek revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yang diperdalam hingga 13 LWS dan pembangunan terminal Teluk Lamong tahap I.
“Nanti di tahun 2016 baru kita cari dana lagi, bisa global bond atau sukuk,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News