kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kapuas Prima Coal (ZINC) kantongi restu untuk cari pinjaman Rp 1,6 triliun


Kamis, 22 April 2021 / 20:00 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), Kamis (22/4/2021).


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), emiten yang bergerak di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn) di Indonesia, memperoleh restu dari para pemegang saham untuk melakukan proses peminjaman dana sebesar Rp 1,6 triliun melalui pihak perbankan.

Aksi Perseroan tersebut diputuskan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan hari ini (22/4) di Jakarta.

Padli Noor, Direktur ZINC mengungkapkan dana hasil pinjaman tersebut akan digunakan untuk menambah modal usaha Perseroan. Yang diantaranya, produksi timbal dan seng serta produksi bijih besi untuk dijual di pasar lokal. 

"Kami sudah diberikan izin oleh para pemegang saham untuk mengajukan proses pinjaman kepada pihak perbankan dengan nilai sebesar-besarnya Rp 1.6 Triliun. Dana tersebut akan digunakan sebagai modal untuk percepatan peningkatan kapasitas produksi ZINC," ungkap Padli dalam keterangan resminya, Kamis (22/4). 

Baca Juga: Tambah cadangan mineral, Kapuas Prima Coal (ZINC) temukan potensi mineralisasi baru

Pada tahun ini, ZINC akan fokus pada bisnis inti serta menambah kapasitas penambangan dan produksi untuk  meningkatkan kinerja perusahaan. Perseroan optimis kinerja akan terus tumbuh seiring dengan pemulihan ekonomi setelah adanya vaksinasi Covid-19. “Kami optimis kinerja tahun ini akan lebih baik dari tahun 2020," sambungnya. 

Keoptimisan ZINC, didorong dengan adanya peningkatan harga komoditas, serta peningkatan permintaan akan konsentrat timbal dan seng dari berbagai negara. Sehingga diharapkan harga komoditas akan stabil, dan penjualan untuk komoditas tersebut juga dapat terus meningkat.  

Sebagai informasi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, turut menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan. ZINC telah menunjuk Bambang Ghiri sebagai Komisaris Independen yang baru, menggantikan Wilmar Marpaung yang wafat pada Desember tahun lalu. 

Selanjutnya: Kapuas Prima Coal (ZINC) temukan potensi mineralisasi baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×