kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kartu perdana Indosat (ISAT) yang didistribusikan ke mitra kondisinya belum aktif


Senin, 19 Juli 2021 / 20:51 WIB
Kartu perdana Indosat (ISAT) yang didistribusikan ke mitra kondisinya belum aktif


Reporter: Ramadhan Sultan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mewajibkan penjualan kartu SIM (Subscriber Identity Module) harus dalam keadaan tidak aktif sebagai upaya mencegah peredaran ilegal atau menggunakan identitas tanpa hak dan tidak benar.  Kemenkominfo pun meminta operator layanan telekomunikasi seluler dan penjual kartu SIM aturan tersebut.

SVP Head of Corporate Communications PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) Steve Saerang mengatakan, saat ini seluruh kartu perdana Indosat yang didistribusikan ke seluruh mitra dalam keadaan belum aktif. Jadi, penggunaan kartu perdana baru bisa digunakan setelah ada proses aktivasi oleh pelanggan.

“Untuk pelanggan aktif kartu SIM Indosat sampai kuartal I-2021 mencapai 60 juta pelanggan,” kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (19/7).

Steve melanjutkan, Indosat Ooredoo selalu melakukan edukasi ke seluruh mitra, baik itu distributor maupun outlet mengenai proses registrasi kartu SIM yang benar dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Seluruh kartu perdana Indosat dapat digunakan pelanggan sesuai dengan data yang sudah diverifikasi Dukcapil,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenkominfo larang penjualan kartu SIM aktif, ini tanggapan ATSI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×