Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina
JAKARTA. PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) ingin mengangkut 250 juta penumpang tahun ini. Target ini lebih besar 25% dari realisasi jumlah penumpang tahun 2014 yakni 200 juta penumpang.
Demi memuluskan target itu, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia atau KAI itu menyiagakan anggaran belanja modal Rp 200 miliar.
Perusahaan itu mencukupi Rp 120 miliar di antaranya dari mencuil duit pinjaman sindikasi perbankan sebanyak Rp 680 miliar yang diperoleh November 2014. Rencananya, dana Rp 120 miliar itu untuk membeli kereta api bekas dari Jepang.
Lalu, kebutuhan belanja modal sisanya yakni Rp 80 miliar akan dipenuhi dari kas internal. "Dana itu akan kami gunakan untuk mengembangkan sarana dan prasarana stasiun dan teknologi informasi," kata Berdikarianto, Direktur Keuangan PT KAI Commuter Jabodetabek, kemarin (3/2).
Selain dua rencana tersebut, perusahaan pelat merah itu juga akan menjalankan dua strategi lain. Pertama, menambah sekitar 100 frekuensi perjalanan kereta rangkaian listrik.
Caranya, KCJ akan mengoptimalkan penambahan frekuensi perjalanan kereta api pada siang hari. "Kami akan mengubah pola perawatannya setelah kereta beroperasi jadi armada bisa dioperasikan di siang harinya," ujar Dwiyana Slamet Riyadi, Direktur Operasi dan Komersial PT KAI Commuter Jabodetabek.
Bulan Januari kemarin, KCJ sudah menambah 12 perjalanan kereta api. Lantas, di bulan ini perusahaan itu sudah menambah enam perjalanan lagi. Kalau sepanjang tahun 2014, KCJ sudah meningkatkan jumlah perjalanan kereta api dari 560 perjalanan menjadi 739 perjalanan kereta api.
Kedua, menerapkan sistem penjualan tiket baru yang lebih inovatif. Setelah meluncurkan tiket harian berjaminan (THB) dan kartu multi trip (KMT) pada pertengahan tahun tahun 2013, kini KCJ mulai mengembangkan tiket elektronik dalam bentuk gelang dan tiket elektronik dengan memanfaatkan telepon seluler (ponsel). Seperti tiket elektronik kartu, bakal ada cip yang disematkan di gelang maupun kartu SIM pengguna ponsel.
Untuk mengimplementasikan sistem ini, KCJ menggandeng perusahaan asal Jepang, yakni Sony FeliCa. "Nanti penumpang hanya tinggal menempelkan gelang atau ponsel di gate kami," terang Dwiyana.
Jika tak ada aral melintang, tiket elektronik dalam bentuk gelang akan mulai dipasarkan pada bulan Maret nanti. Saat ini KCJ masih menghitung harga jual tiket elektronik tersebut.
Khusus untuk penggunaan cip yang terintegrasi dalam kartu SIM ponsel, KCJ juga menyertakan PT Indosat Tbk. Rencananya, tiket elektronik ini akan mulai dioperasikan pada semester II tahun ini.
Untuk tahap awal, KCJ akan mengeluarkan 1.000 cip. Sebanyak 800 cip akan diintegrasikan dalam kartu telepon dan 200 cip akan ditanamkan dalam gelang. Jika proyek ini mendapatkan respon positif dari konsumen, KCJ akan menambahkan 100.000 - 200.000 cip lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













