kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Kebijakan pemberantasan truk ODOL akan membuat harga keramik naik di 2023


Senin, 16 Maret 2020 / 17:14 WIB
ILUSTRASI. keramik . KONTAN/Muradi/2017/02/16


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) mengungkapkan jika program pemberantasan truk Over Dimension dan Over Loading alias ODOL resmi diimplementasikan di 2023, siap-siap saja harga keramik bakal naik. 

Ketua Umum Asaki Edy Susanto mengapresiasi langkah pemerintah yang menunda implementasi zero ODOL yang awalnya akan efektif di 2021 diundur menjadi Januari 2023. 

Baca Juga: Respon Permintaan Pasar, Arwana Citramulia Akan Memproduksi Keramik Kelas Atas

"Hal ini merupakan langkah yang tepat mengingat kondisi perekonomian domestik maupun global yang penuh ketidakpastian, ditambah lagi dengan dampak Covid-19. Tentu harus mempertimbangkan faktor daya saing industri keramik saat ini," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (16/3). 

Persoalannya, implementasi kebijakan zero ODOL ini akan berdampak pada daya saing industri terhadap gempuran produk impor. Edy menyatakan porsi ongkos angkut atau biaya pengiriman keramik sekitar 15% terhadap harga jual rata-rata keramik.




TERBARU

[X]
×