Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengklaim program restrukturisasi dan transformasi yang dijalankan mulai membuahkan hasil. Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem Danantara tercatat membukukan perbaikan kinerja sepanjang periode April 2025 hingga April 2026.
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas mengatakan seluruh BUMN di bawah ekosistem Danantara telah menyelesaikan penyusunan laporan keuangan tahun buku 2025. Sejalan dengan itu, Danantara mencatat sejumlah capaian yang mencerminkan ketahanan dan transformasi BUMN di berbagai sektor strategis.
"Highlight ini merupakan beberapa contoh kinerja BUMN yang menunjukkan pertumbuhan positif pada periode April 2025 hingga April 2026. Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara Indonesia," ujar Rohan dalam siaran pers, dikutip Minggu (5/7/2026).
Baca Juga: Klaim Perbaikan Kinerja BUMN di Bawah Danantara Belum Tercermin pada Laporan Keuangan
Berdasarkan data Danantara, PT Pertamina mencatat laba sebesar Rp 24,9 triliun atau naik sekitar 80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PT Pupuk Indonesia juga membukukan lonjakan laba 202% menjadi Rp 4,8 triliun. Sementara itu, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mencatat laba Rp 1,5 triliun atau meningkat 169%.
Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba Rp 21,2 triliun atau naik 15%, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp 21,3 triliun atau tumbuh 13%, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan laba Rp 7,2 triliun atau meningkat 6%. PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga mencatat kenaikan laba hingga 667% menjadi Rp 69 miliar.
Danantara turut menyoroti keberhasilan sejumlah BUMN melakukan turnaround. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil membalikkan kinerja dari rugi Rp 981 miliar menjadi laba Rp 635 miliar setelah restrukturisasi dan dukungan permodalan dari Danantara Asset Management (DAM).
Sementara PT Kimia Farma Tbk berbalik mencetak laba Rp 108 miliar dari sebelumnya merugi Rp 160 miliar, sedangkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba Rp 106 miliar setelah sebelumnya mengalami rugi Rp 66 miliar melalui transformasi bisnis yang dijalankan bersama DAM.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan peningkatan profitabilitas juga didorong oleh penyederhanaan struktur usaha di lingkungan BUMN.
"Efisiensi yang paling besar sebetulnya datangnya dari layering transaction, karena umumnya anak perusahaan mengerjakan pekerjaan induknya," ujar Dony.
Baca Juga: Progres RUPTL PLN 2025-2034: 40% Masuk Tahap Eksekusi, 143 Proyek Sudah Beroperasi
Menurut Dony, penyederhanaan transaksi berlapis tersebut diperkirakan mampu menghemat sekitar Rp 30 triliun dari inefisiensi operasional setiap tahun. Selain itu, penutupan anak usaha yang terus merugi diproyeksikan memberikan efisiensi tambahan hingga Rp 20 triliun per tahun.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menegaskan transformasi BUMN tidak hanya berorientasi pada peningkatan laba perusahaan.
"BUMN semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat," ujarnya.
Selain mencatat perbaikan kinerja BUMN, Danantara menyatakan telah mulai merealisasikan mandat investasinya menggunakan sebagian dividen BUMN tahun 2025.
Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung sejumlah proyek strategis nasional, di antaranya pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah serta proyek waste-to-energy (WTE) untuk mendukung pengelolaan sampah, meningkatkan ketahanan energi, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
Danantara menambahkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 saat ini masih dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit dan akan dipublikasikan setelah seluruh proses audit rampung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














