Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Total kapasitas listrik di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang menembus 15,9 gigawatt (GW) mencerminkan besarnya kebutuhan pasokan energi untuk kawasan hilirisasi.
Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Saleh Abdurrahman menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menyelaraskan pertumbuhan pasokan industri dengan target Net Zero Emission (NZE) sektor ketenagalistrikan.
Menurutnya, komitmen pencapaian NZE nasional memerlukan langkah konkret melalui eksekusi program pembangkit energi terbarukan berskala besar agar percepatan transisi energi dapat berjalan sesuai target.
Baca Juga: PLTA Batang Toru 510 MW Masuk Tahap Penggenangan Waduk pada Kuartal IV-2026
"Komitmen untuk NZE 2060 atau lebih awal mestinya akan lebih meyakinkan dengan program mega PLTS 100 GW jika bisa dieksekusi sesuai rencana. Juga rencana implementasi bioethanol E20 dan E50 ini tentu akan mempercepat tercapainya NZE Indonesia," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (11/10/2026).
Meski demikian, Saleh menekankan, pengembangan energi terbarukan seperti proyek mega PLTS tetap memerlukan kepastian dari sisi penyerapan pasar. Selain itu, perlu ada kejelasan terkait pengurangan porsi energi fosil seperti PLTD dan PLTG agar transisi energi di sektor ketenagalistrikan berjalan optimal dan terukur.
"Untuk PLTS 100 GWp tetap harus dicari dipastikan konsumennya dan jenis energi primer lain yang akan dikurangi misalnya PLTD dan PLTG," terangnya.
Terkecuali untuk pemenuhan kebutuhan di kawasan industri, lanjut Saleh, kecenderungan investor untuk membangun pembangkit listrik secara mandiri sangat dipengaruhi oleh tingkat keandalan dan kapasitas pasokan yang tersedia.
"Jika kebutuhan listrik kawasan industri itu besar maka jika kapasitas pembangkit PLN tidak cukup dengan tingkat keandalan yang diminta konsumen industri, mereka biasanya memilih membangun sendiri pembangkitnya," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani menyebutkan, kapasitas listrik yang telah terpasang dan sedang dibangun di IWIP, Maluku Utara mencapai lebih dari 7,1 gigawatt (GW).
Sementara itu, kapasitas listrik di kawasan Morowali (IMIP) Sulawesi Tengah mencapai sekitar 8,8 GW. Dengan demikian, total kapasitas listrik di kedua kawasan industri tersebut mencapai sekitar 15,9 GW.
Baca Juga: Apresiasi Nasabah, BNI Ajak Nikmati MotoGP dari Bukit 360 Mandalika
"Kalau kita tambahkan dengan yang ada di Morowali, itu kurang lebih tambah 8,8 gigawatt menjadi 15,9 gigawatt. Ini jauh lebih besar seluruh pemakaian total listrik di Singapura (yakni) 13,1 gigawatt," katanya dalam groundbreaking proyek industri di kawasan IWIP, Kamis (8/10/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














