kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.861   38,00   0,21%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Kecelakaan Merpati akibat suku cadang?


Senin, 10 Juni 2013 / 20:49 WIB
ILUSTRASI. Harga Saham BBCA & BBRI beda arah pada perdagangan bursa Selasa (28/12). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku sudah mengirim tim untuk melakukan investigasi kecelakaan pesawat Merpati MA 60 di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Senin pagi, 10 Juni 2013.

Herry Bakti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub menyampaikan bahwa pesawat milik Merpati tersebut sudah pernah tiga kali mengalami kecelakaan. Dia bilang akan melakukan investigasi khusus untuk jenis pesawat tersebut.

Menurutnya, investigasi tersebut terkait sistem operasional, perawatan, hingga ketersediaan suku cadang pesawat tersebut di Indonesia.

"Untuk suku cadang, kami harus mencari tahu apakah memang tidak diproduksi lagi atau ada kemungkinan operator yang tidak mampu beli. Karena kami tahu keadaan Merpati seperti apa saat ini," jelas Herry dalam jumpa persnya di kantornya, Senin (10/6).

Menurut Herry, saat ini Merpati mempunyai 14 pesawat tipe MA 60. Dari jumlah tersebut hanya 8 pesawat yang masih beroperasi dan 4 pesawat lainnya sedang dalam perawatan.

Herry menginfokan bahwa saat kecelakaan pesawat dalam kondisi layak terbang dan keadaan bandara juga tidak ada masalah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×