Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - KARAWANG. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) masih mengkaji kesiapan perusahaan untuk memenuhi target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60% yang ditetapkan pemerintah. Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang diperlukan untuk memenuhi target tersebut.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan, perusahaan masih berdiskusi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait implementasi target TKDN tersebut.
"Kami masih terus melakukan kajian terkait target tersebut, termasuk berdiskusi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain, serta melihat kesiapan dan berbagai aspek yang diperlukan untuk dapat memenuhinya," kata Nyoman di Karawang, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Waspada, Aksi Scam Semakin Masif, Pemblokiran Saja Tak Cukup
Upaya peningkatan kandungan lokal menjadi semakin penting seiring dengan pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Toyota telah memasarkan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV), yakni Toyota bZ4X. Sementara itu, TMMIN juga tengah mengembangkan kemampuan manufaktur kendaraan elektrifikasi di dalam negeri.
Selain kendaraan, Toyota juga mengembangkan kemampuan produksi komponen kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Saat ini, produksi HEV battery TMMIN masih difokuskan di Plant 2. Perusahaan juga tengah melakukan studi pengembangan HEV Battery Production Line di Plant 1 untuk memenuhi kebutuhan produksi ke depan.
Dalam catatan Kontan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan TKDN KBLBB minimal 40% hingga 2026. Ketentuan tersebut kemudian meningkat menjadi minimal 60% pada periode 2027–2029 dan ditargetkan mencapai minimal 80% mulai 2030.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengatakan ketentuan tersebut mengacu pada Permenperin No. 6/2022 juncto Permenperin No. 28/2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














