kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

KEK Industropolis Batang Hadir Jadi Magnet Baru Investasi Global


Kamis, 27 Maret 2025 / 05:00 WIB
 KEK Industropolis Batang Hadir Jadi Magnet Baru Investasi Global
ILUSTRASI. PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang pada 20 Maret 2025


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia resmi memiliki kawasan ekonomi baru yang siap bersaing di kancah global! PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) kini telah berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Keputusan ini ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah yang diteken Presiden Prabowo Subianto pada 20 Maret 2025.

KEK Industropolis Batang menjadi yang terbesar di antara kawasan yang dikelola oleh BUMN, dengan luas mencapai 2.886,7 hektare dari total pengembangan 4.300 hektare. Keunikannya semakin bertambah karena merupakan satu-satunya KEK di Indonesia yang menggabungkan tiga sektor utama: Industri dan Pengolahan, Logistik dan Distribusi, serta Pariwisata.

Sebagai pusat pertumbuhan industri baru, KEK ini menawarkan berbagai insentif menarik bagi investor, termasuk pembebasan atau pengurangan pajak serta kemudahan dalam perizinan investasi. Berbagai fasilitas ini dihadirkan untuk menjamin kepastian bisnis dan mempercepat arus investasi ke dalam negeri.

Tak hanya menawarkan insentif, KEK Industropolis Batang juga dilengkapi dengan infrastruktur kelas dunia. Kawasan ini dirancang untuk mendukung industri berkelanjutan dengan akses langsung ke jalur transportasi utama, termasuk pelabuhan, bandara, dan jaringan logistik nasional. Regulasi yang fleksibel juga memastikan efisiensi dalam perizinan dan operasional bisnis.

Baca Juga: Dukung Asta Cita, BRI Teken MoU Dengan Himpunan Kawasan Industri

Ngurah Wirawan, Direktur Utama PT KITB, menegaskan bahwa status KEK ini merupakan langkah besar dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat industri global. 

“Dengan ekosistem inovasi yang memungkinkan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat, KEK Industropolis Batang siap jadi magnet investasi, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (26/3).

Lokasinya yang sangat strategis di KM 371 Tol Trans Jawa, dengan akses langsung ke Gerbang Tol KIT Batang, menjadikannya destinasi investasi yang sangat menarik. Terlebih lagi, KEK ini berada di titik nol Kilometer menuju Pantura dan Pelabuhan, serta hanya 45 menit dari Bandara Ahmad Yani Semarang, semakin memudahkan konektivitas bisnis.

Selain unggul dalam akses, KEK ini juga menawarkan lanskap yang memikat. Berada di antara pegunungan dan laut, kawasan ini menjadi satu-satunya KEK dengan akses tol langsung yang menyuguhkan pemandangan pantai. Keunikan geografis ini menjadikannya ideal untuk pengembangan sektor pariwisata industri dan ekowisata.

Wirawan mnjelaskan, KEK Industropolis Batang terbagi dalam tiga sektor utama. Pertama, sektor Industri dan Pengolahan yang akan menjadi pusat manufaktur berteknologi tinggi, mencakup otomotif, elektronik, petrokimia, tekstil, serta makanan dan minuman.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Bangun Kawasan Industri Pupuk di Fakfak di Papua

Kedua, sektor Logistik dan Distribusi yang akan menjadikan kawasan ini simpul perdagangan global dengan fasilitas logistik terintegrasi. Ketiga, sektor Pariwisata yang menghadirkan konsep wisata industri dan ekowisata kelas dunia.

Daya tarik kawasan ini semakin terbukti dengan kehadiran 27 tenant global sebelum status KEK ditetapkan. Investor dari Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan, Chili, Jepang, Taiwan, dan China telah menanamkan modal mereka dalam berbagai industri, mulai dari solar panel, kaca, wood pellet, alas kaki, hingga alat kesehatan.

Dia menambahkan, total nilai investasi yang telah masuk ke KEK Industropolis Batang telah mencapai Rp17,95 triliun. Dari 7 tenant yang sudah beroperasi, kawasan ini telah menyerap 7.008 tenaga kerja, dengan 80% di antaranya berasal dari Kabupaten Batang. Dengan status KEK, proyeksi investasi diperkirakan akan mencapai Rp75,8 triliun, menciptakan 58.145 lapangan kerja baru, dan saat beroperasi penuh berpotensi menyerap hingga 250.000 tenaga kerja.

Baca Juga: Prabowo Resmikan KEK Batang, Diharapkan Jadi Shenzen-nya Indonesia

Mengusung konsep Smart and Sustainable, KEK Industropolis Batang dirancang dengan filosofi nature, human, dan masa depan ekonomi yang berkelanjutan. “Pendekatan ini menjadikan kawasan ini sebagai destinasi utama bagi perusahaan yang ingin berkembang dalam era industri hijau dan digital.” pungkas Wirawan.

Selanjutnya: Bank Tabungan Negara (BBTN) Akan Tebar Dividen Tahun 2024 Sebesar Rp 751 Miliar

Menarik Dibaca: 30 Link Twibbon Hari Raya Nyepi 1947 Saka Tahun 2025 Gratis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×