kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.763   68,00   1,19%
  • KOMPAS100 747   12,10   1,65%
  • LQ45 568   11,21   2,01%
  • ISSI 199   0,93   0,47%
  • IDX30 322   6,63   2,10%
  • IDXHIDIV20 396   7,74   1,99%
  • IDX80 85   1,50   1,79%
  • IDXV30 108   1,49   1,40%
  • IDXQ30 104   1,80   1,77%

Kekeringan lahan pertanian kian meluas


Selasa, 14 Oktober 2014 / 13:30 WIB
ILUSTRASI. Skip and Loafer Episode 5 Subtitle Indonesia, Berikut Jadwal Tayang dan Sinopsis


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kekeringan di tahun 2014 kian berdampak luas khususnya terhadap tanaman pangan padi, jagung dan kedelai. Meski begitu, Kementerian Pertanian (Kementan) meyakini kondisi ini belum akan mengganggu produksi.

Kementan mencatat pada Januari sampai September, luas lahan padi yang mengalami kekeringan mencapai  132.976 ha atau naik dari 37.461 ha di tahun 2013. Sementara luas tanam padi tahun ini mencapai 9 juta ha.

Sedangkan luas lahan jagung yang mengalami kekeringannya juga naik menjadi 12.459 ha dari 8.070 ha di tahun 2013. Luas tanam jagung mencapai tahun 2,24 juta ha. Lalu, luas lahan kedelai yang kekeringannya naik drastis dari tahun 2013 sebesar 94 ha menjadi 1.685 ha pada tahun 2014.

Sehingga total luas lahan kekeringan yang terkena mencapai 147.120 ha atau naik dari 45.625 ha di tahun 2013.

Haryono, Dirjen Tanaman Pangan Kementan mengatakan, kekeringan dipastikan menurunkan produksi tanaman pangan. Tapi, kondisi ini terjadi tidak merata di seluruh Indonesia. 

"Pulau Jawa memang kering tapi di Kalimantan dan Sulawesi masih hujan basah. Tapi produksi tanaman pangan masih dirasa aman pada kebutuhan," ujar Haryono pada Senin (13/10).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×