kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kemarau tiba, petani garam siapkan lahan produksi


Minggu, 25 Mei 2014 / 16:03 WIB
Kondisi jalan Asia Afrika, Kota Bandung menjelang tahun baru 2022. Jalan di Kota Bandung Mulai Dipadati Warga Jelang Tahun Baru 2023.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Musim kemarau segera datang. Petani garam di beberapa sentra produksi seperti Madura mulai menyambutnya dengan mempersiapkan segala kebutuhan untuk kegiatan produksi. Bila cuaca mendukung, sebulan lagi panen garam sudah dapat dilakukan.

Sudirman Saad, Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan, diakhir Mei ini sudah ada beberapa lokasi produksi garam yang memulai aktivitas penggaraman. "Dibeberapa tempat seperti Madura dan Jawa Tengah sudah ada yang jalan," kata Sudirman, Minggu (25/5).

Dengan kondisi normal, produksi garam dapat dilakukan selama enam bulan hingga delapan bulan. Awal panen garam sendiri biasanya jatuh pada pertengahan tahun pada saat memasuki musim kemarau atau sekitar bulan Juni. Untuk puncak panen diperkirakan jatuh pada bulan Agustus-November.

Melihat situasi dan kondisi yang ada saat ini, KKP optimis tahun ini cuaca di dalam negeri akan lebih baik dibandingkan tahun lalu bagi kegiatan pengaraman. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kondisi cuaca tahun ini masih seperti yang diharapkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×