kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Kemenhub Atur Ulang Operasional Transportasi di Sumatra Pasca Dilanda Banjir–Longsor


Minggu, 30 November 2025 / 16:08 WIB
Kemenhub Atur Ulang Operasional Transportasi di Sumatra Pasca Dilanda Banjir–Longsor
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Kemenhub melakukan penyesuaian besar pada layanan transportasi darat, laut, dan perkeretaapian imbas banjir dan longsor yang melanda Sumut.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak beberapa hari terakhir memaksa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan penyesuaian besar pada layanan transportasi darat, laut, dan perkeretaapian. 

Pemerintah menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga kesinambungan pergerakan orang dan barang, sekaligus memastikan keselamatan seluruh petugas dan pengguna jasa.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa seluruh simpul transportasi telah berada dalam status siaga penuh. 

"Kami memastikan seluruh lini transportasi bergerak cepat membantu penanganan bencana ini,” ujarnya, Sabtu (29/11). 

Baca Juga: DJKA Siapkan Rehabilitasi Jalur KA Terdampak Banjir–Longsor, Proses Bergantung Cuaca

Selain menyampaikan duka cita, Dudy menegaskan bahwa Kemenhub mengaktifkan pemantauan berlapis dan penyesuaian operasional pada setiap satuan kerja.

Laporan awal dari lapangan menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah ruas jalan nasional, terganggunya pelayanan terminal dan pelabuhan, serta lebih dari 100 pegawai Kemenhub yang terdampak langsung oleh banjir. Kekacauan jaringan listrik dan komunikasi juga mempengaruhi operasional, terutama di wilayah Aceh dan pesisir Sumatra Barat.

Meski demikian, layanan transportasi esensial tetap diupayakan berjalan melalui sejumlah modifikasi operasional, termasuk pola kerja Work From Anywhere (WFA) bagi pegawai yang terdampak dan optimasi layanan daring untuk administrasi maupun pelaporan.

Untuk menjaga arus bantuan, evakuasi, dan kebutuhan pokok, satuan pelayanan darat memfokuskan fungsi pada pengaturan lalu lintas di titik rawan dan jalur utama. 

Di Sumatra Barat, Kemenhub bersama pemerintah provinsi mengatur ulang jam operasional angkutan barang menjadi 20.00–06.00 WIB dengan penyekatan di Indarung dan UPPKB Lubuk Selasih. Namun, angkutan sembako dan BBM mendapat pengecualian agar rantai pasok tidak terganggu.

Di Aceh, Terminal Tipe A dialihfungsikan sebagai posko singgah bus AKAP dan pusat informasi penumpang, sedangkan Pelabuhan Singkil tetap beroperasi meski pasokan listrik terbatas. Di Sumatra Utara, Terminal Amplas mengandalkan genset dan beberapa wilayah Sibolga menggunakan jaringan komunikasi satelit untuk menjaga kelancaran layanan.

Di sektor perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melaporkan adanya gangguan pada lintas Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. DJKA bersama PT KAI, Railink, dan pemerintah daerah menurunkan alat berat serta memanfaatkan material seperti rel bekas untuk stabilisasi awal jalur rel.

“Setiap langkah rehabilitasi jalur kami lakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan pekerja,” kata Menhub Dudy. Jalur yang rusak akan diperbaiki bertahap sambil menunggu cuaca lebih stabil untuk pemulihan menyeluruh.

Skema pengalihan perjalanan kereta telah disiapkan untuk meminimalkan gangguan layanan, terutama pada rute angkutan vital.

Respons darurat juga diperkuat melalui pengerahan personel terlatih dari Poltekbang Medan, Poltekpel Malahayati, dan Poltekpel Sumbar. Mereka bergabung dengan BPBD, Basarnas, dan BNPB untuk membantu evakuasi, pengamanan simpul transportasi, hingga pengelolaan arus pengungsi di terminal dan pelabuhan.

Selain itu, 300 paket sembako disiapkan Poltekbang Medan dan BPTD Sumatra Utara untuk mahasiswa, pegawai, dan masyarakat terdampak di Tapanuli dan Sibolga.

Kemenhub terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, Basarnas, Kementerian PUPR, dan pemerintah daerah untuk mempercepat rekayasa lalu lintas, penentuan jalur alternatif, pemasangan water barrier, hingga sosialisasi pengalihan arus ke masyarakat.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi agar pemulihan jaringan transportasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat dilakukan secepat mungkin tanpa mengabaikan keselamatan,” tegas Dudy.

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi terkait kondisi jalan, terminal, pelabuhan, serta layanan kereta api agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan di tengah kondisi yang masih fluktuatif.

Baca Juga: Strategi Darya-Varia (DVLA) Genjot Kinerja pada 2026

Selanjutnya: DJKA Siapkan Rehabilitasi Jalur KA Terdampak Banjir–Longsor, Proses Bergantung Cuaca

Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×