kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Strategi Darya-Varia (DVLA) Genjot Kinerja pada 2026


Minggu, 30 November 2025 / 15:40 WIB
Strategi Darya-Varia (DVLA) Genjot Kinerja pada 2026
ILUSTRASI. Laboratoria Darya-Varia. Menyongsong tahun 2026, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) memperkuat kinerja dengan menerapkan strategi diversifikasi bisnis.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menyongsong tahun 2026, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) memperkuat kinerja dengan menerapkan strategi diversifikasi bisnis.

Berdasarkan laporan keuangan, sepanjang Januari-September 2025, pendapatan DVLA naik 2,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) ke Rp 1,62 triliun. Laba bersih pun melonjak 11,5% YoY menjadi Rp 164,3 miliar.

Presiden Direktur Darya-Varia Laboratoria, Ian Martin Wibawa Kloer mengungkapkan, perseroan sebenarnya turut merasakan dampak penurunan ekonomi pada awal 2025. Namun, optimalisasi variasi produk menjadi salah satu kunci ketahanan bisnis DVLA.

“Karena kami memiliki diversifikasi yang beragam. Selain obat resep, juga obat-obatan bebas dan konsumer,” jelasnya kepada KONTAN di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Ia melanjutkan, segmen konsumer atau personal care menjadi kontributor utama terhadap capaian penjualan sepanjang tahun. Segmen ini, kata Ian, berkontribusi sekitar 15% terhadap total penjualan tahun ini.

Baca Juga: ESDM Ungkap Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatra

Adapun segmen konsumer terbagi ke dalam beberapa kategori, yakni kesehatan kulit, pernapasan, suplemen, dan daily relief.

Berkat diversifikasi, Ian bilang, saat ada satu kategori yang kinerjanya kurang baik, maka yang lainnya masih mampu menopang. "Contohnya seperti Natur-E, salah satu produk yang membantu kami sekali di tahun ini,” jelasnya.

Di samping itu, kategori suplemen melalui produk Enervon, serta sejumlah produk untuk batuk dan flu juga disebut bertumbuh.

“Kami juga mulai merambah ke segmen makanan dengan tujuan kesehatan (food with medical purpose),” imbuh Ian. 

Tak hanya itu, perseroan juga memiliki segmen alat kesehatan (alkes) dengan fokus perawatan luka (wound care). Sejauh ini, ungkap Ian, kontribusi alkes terhadap bisnis DVLA masih kurang dari 10%.

Namun, teranyar, perseroan tengah memperluas cakupan alkes dengan teknologi internet dan artificial intelligence (AI) melalui produk Divi Lab.

Alkes yang baru mendapatkan izin edar beberapa hari lalu ini, kata Ian, dapat digunakan untuk memeriksa beberapa parameter kesehatan, seperti tekanan darah, glukosa, kolesterol, dan asam urat.

“Alatnya kecil, lebih mobile, memudahkan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, baik untuk pasien maupun care giver,” tuturnya.

Sementara itu, teknologi AI dalam alkes ini bertujuan untuk memberikan analisis prediktif untuk menginformasikan indikasi dini adanya risiko kesehatan.

Adapun alkes Divi Lab ini ditargetkan untuk meluncur pada Desember 2025. Menurut Ian, kontribusi produk ini ke depan terhadap bisnis perusahaan yang sudah bertahun-tahun tentu tidak instan.

“Namun, kami optimistis seiring berjalannya waktu akan memberikan kontribusi yang signifikan,” katanya.

Lebih lanjut, Ian menambahkan, capex perseroan tahun ini difokuskan untuk meningkatkan fasilitas agar tetap memenuhi standar produksi Good Manufacturing Practice (GMP).

Baca Juga: Strategi Energi Bersih: Gas Tangkulo Topang Kebutuhan PLN EPI

Selanjutnya: Analisis Proyeksi BI: Tantangan RI Capai Pertumbuhan 7,7% pada 2031

Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×