kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kemenkeu menghitung barang milik negara (BMN) Blok Rokan mencapai Rp 97,7 triliun


Sabtu, 29 Mei 2021 / 15:20 WIB
ILUSTRASI. Blok Rokan


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu) menghitung Barang Milik Negara (BMN) Blok Rokan mencapai Rp 97,78 triliun. Adapun proses alih kelola dari Chevron ke Pertamina bisa rampung 8 Agustus 2021.

Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain (PNKL) Lukman Effendi mengungkapkan seluruh proses ditargetkan bisa selesai sebelum alih kelola pada 8 Agustus 2021 dari PT Chevron Pacific Indonesia ke Pertamina Hulu Rokan.

Kata Lukman, BMN Blok Rokan tercatat mencapai Rp 97,78 triliun atau mencapai 20% dari total nilai BMN Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Nasional yang per 2019 mencapai Rp 497,62 triliun.

"Nilainya itu Rp 97,78 triliun sebesar 20% dari total nilai BMN KKKS nasional, baik itu tanah, harta benda inventaris dan harta benda modal," kata Lukman dalam Konferensi Pers Virtual, Jumat (28/5).

Lukman menambahkan persiapan alih kelola Blok Rokan untuk pemeriksaan administrasi dan fisik BMN kini masih berlangsung. Untuk aset tanah kini baru mencapai 10% dari luasan total yang sebesar 62 ribu hektar.

"10% itu yang sudah kita lakukan cek fisik, harusnya sudah lakukan semua tapi pandemi, Februari sudah masuk pandemi, ini sedang berlangsung yang penting cek fisik dan administrasi. Dokumen-dokumen jalan terus, cek fisik bisa sekalian," ujar Lukman.

Sementara itu, untuk harta benda modal per April 2021 progressnya telah mencapai 83%. Lukman memastikan pada akhir bulan ini diharapkan proses ini bisa rampung.

Adapun, harta benda inventaris kini pemeriksaan telah mencapai 60% dan diyakini bisa rampung dalam waktu dekat. Dari semua proses yang ada, baru pemeriksaan material persediaan yang tuntas seluruhnya.

"kita berharap 8 Agustus bisa clear dari kitanya. Ini kita berpacu dengan waktu," kata Lukman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×