Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sentra industri alas kaki, di tengah tekanan ekonomi global dan perubahan perilaku konsumen.
Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), Kemenperin menyiapkan sejumlah program penguatan, mulai dari fasilitasi usaha, pelatihan, hingga pendampingan. Upaya ini ditujukan agar sentra-sentra IKM mampu bertahan dan bersaing, baik di pasar domestik maupun global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, secara struktural sentra IKM masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan akses permodalan dan pasar, rendahnya literasi manajemen usaha dan keuangan, serta minimnya inovasi produk masih menjadi persoalan utama.
Baca Juga: Proyeksi Kemenperin: Investasi Manufaktur 2026 Tembus Rp 852,9 Triliun
“Di sisi lain, sentra IKM juga dihadapkan pada perubahan tren pasar yang cepat serta meningkatnya persaingan dengan produk impor,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Senin (5/1).
Tantangan tersebut juga dirasakan oleh sentra IKM alas kaki Ciomas, Kabupaten Bogor. Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan, perubahan perilaku konsumen pascapandemi Covid-19 turut memengaruhi kinerja perajin di kawasan tersebut.
Selain tekanan pasar, isu regenerasi perajin juga menjadi perhatian. Reni menyebutkan, sebagian besar perajin alas kaki di Ciomas masih didominasi generasi senior yang belum sepenuhnya menguasai keterampilan baru dan teknologi.
“Peran generasi muda yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar dan perkembangan teknologi menjadi sangat penting,” katanya.
Di sisi lain, industri alas kaki nasional masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemenperin menunjukkan, industri alas kaki dan kulit tumbuh 8,31% secara tahunan pada triwulan II-2025 dan meningkat 0,72% secara kuartalan pada triwulan III-2025.
Baca Juga: Penjualan 2025 Tak Capai 800.000 Unit, Kemenperin & Gaikindo Dorong Insentif Otomotif
Dari sisi investasi, sektor ini mencatatkan nilai lebih dari Rp18 triliun sepanjang Januari hingga September 2025. Sementara kinerja ekspor industri alas kaki Indonesia tumbuh 11,89% pada periode Januari–Agustus 2025, menempatkan Indonesia di peringkat keenam dunia sebagai eksportir alas kaki.
Reni menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi sentra-sentra IKM alas kaki. Namun, penguatan tetap diperlukan agar sentra IKM dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret, Ditjen IKMA bekerja sama dengan Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan (IKM KSK), Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor untuk meningkatkan daya saing perajin alas kaki Ciomas.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menjelaskan, sepanjang akhir 2025 pihaknya telah menjalankan tiga program pembinaan utama, yakni peningkatan literasi digital, bimbingan teknis, serta pendampingan oleh mentor dari perguruan tinggi. Program ini diikuti oleh 14 perajin perwakilan sentra IKM alas kaki Ciomas.
Baca Juga: Kemenperin Paparkan Proyeksi Penjualan Mobil 2025 dan Usulan Insentif 2026
“Pembinaan ini diarahkan agar perajin lebih memahami pemasaran digital, mampu mengikuti tren desain dan pola alas kaki terkini, serta mengelola usaha secara lebih efisien,” kata Budi.
Rangkaian pembinaan tersebut diawali dengan program Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan di Jawa Barat pada 12 Desember 2025. Kegiatan ini juga diikuti oleh 56 IKM lain dari Kota dan Kabupaten Bogor.
Ke depan, pemerintah mendorong perajin memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Industri Padat Karya (KIPK), layanan konsultasi teknis BPIPI, serta program restrukturisasi mesin dan peralatan guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.
Selanjutnya: 5 Cara Memilih Lipstik untuk Bibir Gelap, Bebas Kusam dan Abu-Abu
Menarik Dibaca: 5 Cara Memilih Lipstik untuk Bibir Gelap, Bebas Kusam dan Abu-Abu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












