Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelombang investasi di industri pusat data (data center) Indonesia terus bergulir. Sejumlah pelaku industri mempercepat ekspansi dan memperkuat kapabilitas untuk menangkap meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital. Pendorongnya pertumbuhan layanan komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
Salah satunya, Princeton Digital Group (PDG), menyiapkan kampus pusat data hyperscale JC4 berkapasitas 240 megawatt (MW) di Jabodetabek.
Kampus pusat data merupakan kompleks yang terdiri atas sejumlah gedung data center dalam satu kawasan yang saling terhubung dan berbagi infrastruktur pendukung, seperti pasokan listrik, sistem pendingin, dan konektivitas jaringan.
Berlokasi di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Kabupaten Bekasi, JC4 berjarak sekitar 1,7 kilometer dari kampus JC3 milik PDG yang telah beroperasi. Kedua kampus tersebut dirancang untuk berbagi infrastruktur kelistrikan dan konektivitas sehingga meningkatkan efisiensi serta ketahanan operasional.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Denny Setiawan, mengatakan perkembangan AI yang semakin pesat membuat kebutuhan terhadap infrastruktur digital berperforma tinggi terus meningkat.
Baca Juga: Strategi Futura Energi Global (FUTR): Incar 5 Lini Bisnis EBT
"Pembangunan kampus hyperscale JC4 berkapasitas 240 MW oleh PDG merupakan investasi strategis yang semakin memperkuat kesiapan Indonesia dalam memasuki era transformasi digital berikutnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7).
Pemain lain tak mau kalah. LG Sinar Mas Technology Solutions (LGSM) juga menyiapkan sejumlah strategi untuk menangkap peluang dari pertumbuhan industri data center. Perusahaan patungan Sinar Mas melalui PT SMPlus Digital Investama (SM+) dan LG CNS Co. Ltd. itu tidak hanya membidik pertumbuhan di pasar domestik, juga membuka peluang memperluas bisnis ke pasar regional.
Chief Operating Officer LG Sinar Mas, Ariawan mengatakan, perusahaan memandang data center bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan bagian dari ekosistem teknologi enterprise yang lebih luas.
Sebagai system integrator dengan kapabilitas end-to-end, LGSM memperkuat kemampuan design, build, and operation. Sekaligus menggabungkan pengalaman engineering LG CNS dalam mengelola fasilitas mission-critical berskala besar dan pemahaman pasar lokal dari Sinar Mas.
"Tiak menutup kemungkinan LGdSM ke depan dapat mendukung kebutuhan data center secara lebih luas, baik untuk pasar Indonesia maupun peluang regional, sesuai dengan perkembangan kebutuhan pelanggan dan strategi bisnis perusahaan," ujar Ariawan, belum lama ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














