kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.733   26,00   0,16%
  • IDX 8.677   29,88   0,35%
  • KOMPAS100 1.198   4,79   0,40%
  • LQ45 847   0,76   0,09%
  • ISSI 312   3,04   0,98%
  • IDX30 436   -0,80   -0,18%
  • IDXHIDIV20 508   -1,54   -0,30%
  • IDX80 133   0,54   0,41%
  • IDXV30 139   -0,25   -0,18%
  • IDXQ30 140   -0,14   -0,10%

Penjualan 2025 Tak Capai 800.000 Unit, Kemenperin & Gaikindo Dorong Insentif Otomotif


Jumat, 02 Januari 2026 / 07:57 WIB
Penjualan 2025 Tak Capai 800.000 Unit, Kemenperin & Gaikindo Dorong Insentif Otomotif
ILUSTRASI. Mobil Hybird di Pameran otomotif GIIAS Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 (KONTAN/Carolus Agus Waluyo). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong adanya insentif otomotif pada tahun ini.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong adanya insentif otomotif pada tahun ini. Insentif dinilai perlu untuk memacu kembali industri dan pasar otomotif yang melandai pada tahun 2025.

Kemenperin maupun Gaikindo kompak memproyeksikan tingkat penjualan mobil sepanjang tahun 2025 tak akan menembus level psikologis 800.000 unit. Artinya, penjualan mobil pada tahun lalu akan lebih rendah dibandingkan 2024.

Gaikindo mencatat penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil mencapai 865.723 unit sepanjang tahun 2024. Sementara hingga November 2025, penjualan mobil baru mencapai 710.084 unit, atau turun 9,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pemberian Insentif Otomotif Perlu Bertahap agar Penjualan Mobil Terdongkrak

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta memproyeksikan penjualan mobil sampai dengan tutup tahun 2025 akan berada di bawah level 800.000 unit.

Proyeksi ini mempertimbangkan tingkat penjualan mobil baru yang secara bulanan hanya menyentuh 60.000 - 70.000 unit.

"Kalau melihat pola penjualan setiap bulan 60.000 - 70.000 unit, untuk mencapai 800.000 sepertinya akan sulit. Jadi estimasi kami, proyeksinya sekitar 775.000 unit," kata Setia dalam konferensi pers Kinerja Industri Manufaktur 2025 dan Outlook 2026, Rabu (31/12/2025).

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika punya proyeksi serupa, bahwa tingkat penjualan mobil tidak akan mencapai 800.000 unit sampai akhir tahun 2025.

Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil hanya menyentuh sekitar 780.000 unit, atau lebih rendah dibandingkan proyeksi awal pada level 850.000 unit.

"Internal Gaikindo baru memproyeksikan bahwa penjualan pada tahun 2025 sekitar 780.000, itu prognosanya. Intinya dengan kondisi saat ini sulit mengatakan optimis, masih so-so saja, posisinya masih begitu," kaat Putu saat ditemui pada Rabu (31/12/2025).

Baca Juga: Penjualan Mobil Tak Tembus Target, Insentif Dilanjutkan di Tahun Ini?

Putu menyoroti, penurunan penjualan mobil terutama terjadi pada segmen pasar entry-low level dan segmen komersial. Menurut Putu, penurunan penjualan mobil disebabkan oleh sejumlah faktor. Mulai dari kondisi perekonomian, implementasi opsen pajak, serta faktor pembiayaan. 

"Karena 70% lebih kendaraan bermotor itu kredit. Kalau pembiayaan ada permasalahan atau kurang mendukung, itu akan berdampak. Sudah kami petakan semua apa-apa yang perlu dilakukan untuk bisa mendorong, paling tidak jangan sampai jatuh lagi," imbuh Putu.

Tingkat penjualan mobil Indonesia tersalip oleh Malaysia yang pada tahun ini mendekati 800.000 unit. Menurut Putu, salah satu faktor yang mendorong laju penjualan mobil di Malaysia adalah pemberian stimulus.




TERBARU

[X]
×