Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus berupaya memperkuat daya saing sebagai destinasi investasi berkelas dunia. Komitmen itu kembali ditunjukkan melalui penutupan Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) 2026.
Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja industri masa depan dengan menyiapkan SDM lokal yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan fisik sebelum memasuki lingkungan produksi.
Plt. Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menegaskan bahwa transformasi industri modern menuntut pendekatan baru dalam pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, kesiapan tenaga kerja tidak cukup dibangun di ruang kelas, melainkan harus terintegrasi langsung dengan kebutuhan industri.
“Melalui PRIMA, kami menyusun kurikulum berbasis kebutuhan nyata industri, yang dipadukan dengan praktik kerja lapangan. Ini menjadi jaminan bagi tenant dan calon investor bahwa KEK Industropolis Batang memiliki ekosistem SDM yang siap pakai dan berkelanjutan,” ujar Indri dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Dorong Transisi Industri Hijau
Program PRIMA 2026 menjadi bagian dari strategi jangka panjang KEK Industropolis Batang dalam membangun ekosistem industri yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga adaptif terhadap perubahan kebutuhan global, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap kesiapan kawasan sebagai pusat pertumbuhan industri baru di Indonesia.
Selama lima hari, peserta PRIMA 2026 mendapat pembekalan langsung dari praktisi HR sejumlah perusahaan global yang beroperasi di KEK Industropolis Batang, seperti PT KCC Glass Indonesia, PT Wavin Manufacturing Indonesia, PT Unipack Plasindo, PT Yih Quan Footwear, PT Profinder Solusi Indonesia, dan PT Ace Medical Products.
Selain materi kelas, peserta juga melakukan kunjungan industri ke PT Unipack Plasindo, PT Trax Sumbiri, dan PT Wavin Manufacturing untuk melihat langsung standar kerja dan proses produksi berstandar global.
Baca Juga: Investasi Tembus Rp 113,4 Triliun, KEK Gresik Ajukan Perluasan Area Baru
Program ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, menilai PRIMA bukan hanya membangun infrastruktur industri, tetapi juga membentuk SDM unggul. Ia menegaskan bahwa peserta merupakan aset daerah yang akan menjadi motor penggerak industri, sekaligus bukti kesiapan Batang dalam menyambut investasi berskala global.
Dari sisi pendidikan vokasi, Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jawa Tengah, Agus Nowo Edy, menyebut PRIMA 2026 sebagai lompatan besar dalam konsep link and match. Tahun ini, program melibatkan 8 SMK dengan 160 peserta, termasuk keterlibatan guru dalam proses pelatihan bersama HR perusahaan. Ia menilai model ini sebagai standar baru integrasi pendidikan vokasi dengan industri.
Dengan dukungan Tim Jasa Psikologi Universitas Diponegoro dan pelatih kedisiplinan TNI dari PT Bintara Mitra Andalan, PRIMA 2026 juga dinilai efektif membentuk kesiapan mental dan kedisiplinan peserta. Sejumlah tenant seperti PT Ace Medical Products dan PT Elecmental Longteng bahkan langsung menyerap ratusan lulusan SMK lokal pascaprogram, memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri yang tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi tenaga kerja lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














