kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Kemenperin: Impor TPT China melambat, bisa jadi peluang tekstil dalam negeri bangkit


Selasa, 11 Februari 2020 / 15:26 WIB
Kemenperin: Impor TPT China melambat, bisa jadi peluang tekstil dalam negeri bangkit
ILUSTRASI. Industri tekstil dalam negeri dapat memanfaatkan kesempatan saat industri China terpukul virus corona


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

Khayam menyatakan, potensi keterlambatan pasokan bahan baku kain yang sudah terlanjur nominated buyer dari China akan berdampak pada terhambat nya ekspor garmen dan Alas Kaki (Khususnya kain yang tidak diproduksi di DN). 

Solusi yang bisa dilakukan oleh pemain industri tekstil adalah mencari negara lain untuk memasok bahan baku. Meski demikian, ada beban yang harus ditanggung yakni harga lebih tinggi karena belum Free Trade Agreement (FTA). Adapun potensi penguatan struktur industri dalam negeri dengan menggunakan bahan baku  dari industri lokal juga membutuhkan waktu. 

Baca Juga: Virus corona bisa dorong permintaan industri tekstil dan produk tekstil dalam negeri

Meski begitu, Khayam mengungkapkan sejauh ini belum ada laporan dari pelaku industri tekstil ke Kemenperin yang kesulitan menghadapi tersendatnya bahan baku dari Tiongkok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×