kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.854   8,00   0,05%
  • IDX 8.865   -71,77   -0,80%
  • KOMPAS100 1.224   -5,29   -0,43%
  • LQ45 865   -2,62   -0,30%
  • ISSI 323   -1,01   -0,31%
  • IDX30 440   0,14   0,03%
  • IDXHIDIV20 519   2,21   0,43%
  • IDX80 136   -0,57   -0,42%
  • IDXV30 144   -0,32   -0,22%
  • IDXQ30 141   0,81   0,57%

Kemenprin Dukung Joint Venture LHE China


Senin, 26 April 2010 / 09:36 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Kementerian Perindustrian sangat mendukung adanya upaya kerjasama dengan investor China untuk lampu hemat energi atau LHE.

"Kemenprin memang sudah melakukan pembicaraan dengan pihak China, dan kalau saat ini sudah ada tiga investor yang mau masuk itu merupakan satu hal yang positif," kata Direktur Industri Elektronik Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat.

Ia menambahkan, selain kerjasama antara investor China dan produsen LHE lokal, Syarif juga mengatakan Kementerian Perindustrian juga mendorong industri LHE lokal untuk berkolaborasi satu sama lain. "Ini dilakukan agar lebih efisien," tambahnya.

Asal tahu saja, untuk mengantisipasi membanjirnya produk LHE impor ini, dan untuk menyelamatkan indsutri dalam negeri, Asosiasi Perlampuan Indonesia (Aperlindo) akan menawarkan kerjasama joint venture dengan investor lampu dari China untuk bekerjasama dengan produsen lokal.

Dari 32 perusahaan asal china dan Korea yang mengimpor LHE ke Indonesia, saat ini sudah ada 3 investor yang berminat untuk melakukan kerjasama patungan (joint venture) dengan produsen LHE lokal.

John Manoppo, Ketua Aperlindo mengatakan, ketiga investor itu diantaranya Ople Lighting dari China dan Samsung dari Korea. "Potensi investasinya sekitar US% 6 juta atau rata-rata US$ 2 juta per investor," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×