kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kemenprin Dukung Joint Venture LHE China


Senin, 26 April 2010 / 09:36 WIB


Reporter: Herlina KD

JAKARTA. Kementerian Perindustrian sangat mendukung adanya upaya kerjasama dengan investor China untuk lampu hemat energi atau LHE.

"Kemenprin memang sudah melakukan pembicaraan dengan pihak China, dan kalau saat ini sudah ada tiga investor yang mau masuk itu merupakan satu hal yang positif," kata Direktur Industri Elektronik Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat.

Ia menambahkan, selain kerjasama antara investor China dan produsen LHE lokal, Syarif juga mengatakan Kementerian Perindustrian juga mendorong industri LHE lokal untuk berkolaborasi satu sama lain. "Ini dilakukan agar lebih efisien," tambahnya.

Asal tahu saja, untuk mengantisipasi membanjirnya produk LHE impor ini, dan untuk menyelamatkan indsutri dalam negeri, Asosiasi Perlampuan Indonesia (Aperlindo) akan menawarkan kerjasama joint venture dengan investor lampu dari China untuk bekerjasama dengan produsen lokal.

Dari 32 perusahaan asal china dan Korea yang mengimpor LHE ke Indonesia, saat ini sudah ada 3 investor yang berminat untuk melakukan kerjasama patungan (joint venture) dengan produsen LHE lokal.

John Manoppo, Ketua Aperlindo mengatakan, ketiga investor itu diantaranya Ople Lighting dari China dan Samsung dari Korea. "Potensi investasinya sekitar US% 6 juta atau rata-rata US$ 2 juta per investor," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×