kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Kementan targetkan produksi beras 20 juta ton di musim tanam I


Senin, 26 Oktober 2020 / 14:50 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (depan) mengunjungi lokasii panen raya padi di Kecamatan Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA.Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi beras pada musim tanam (MT) I yang berlangsung pada Oktober 2020 hingga Maret 2021 akan menghasilkan 20 juta ton beras pada periode Januari hingga Juni 2021.

Target tersebut didapatkan dengan melihat target tanam MT I yang mencapai 8,2 juta hektar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  mengatakan, setiap daerah pun sudah memiliki target produksi masing-masing. Dia mengatakan berbagai persiapan juga sudah dilakukan.

"MT 1 kita coba Oktober-Maret. berarti ini sudah masuk persiapan. Kita canangkan persiapan memasuki MT I," ujar Syahrul secara virtual, Senin (26/10).

Baca Juga: Mengenal fenomena La Nina yang dikhawatirkan Jokowi

Bila dirinci, target luas tanam pada MT I yakni seluas 775.656 ha di Oktober 2020, 990.168 ha di November 2020, 1,97 juta ha di Desember 2020, seluas 2,16 juta ha di Januari 2020, seluas 1,28 juta ha di Februari 2021 dan 1,01 juta ha di Maret 2020.

Lebih lanjut, Syahrul pun mengatakan untuk musim tanam II tahun ini akan berakhir pada Desember 2020. Menurutnya, dari musim tanam tahun ini akan ada beras yang dicarry over sekitar 7 juta ton.

Dengan stok carry over 2020 dan produksi beras di MT I, maka produksi beras akan mencapai sekitar 27 juta ton hingga Juli. Dia pun memperkirakan konsumsi beras pada masa tersebut sebanyak 15 juta ton, sehingga sisa produksi masih cukup besar.

Meski begitu, Syahrul tak menampik bila masa tanam kali ini Indonesia pun dihadapkan dengan ancaman La Nina.

Baca Juga: La Nina, fenomena yang kini menjadi pusat perhatian pemerintah




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×